Ekspor Kopi Indonesia Cetak Rekor Rp44,87 triliun pada 2025
- 07 Okt 2026 12:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ekspor kopi Indonesia mencapai rekor tertinggi senilai USD2,51 miliar (Rp44,87 triliun) pada tahun 2025 dengan peningkatan signifikan 53,2 persen dari tahun 2024.
- Volume ekspor kopi mencapai 510.759 ton, menunjukkan peningkatan substansial dalam kapasitas produksi dan pengiriman ke pasar global.
- Indonesia menempatkan diri sebagai eksportir kopi terbesar kedelapan dunia dengan pangsa pasar ekspor global sebesar 3,50 persen pada periode tersebut.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ekspor kopi Indonesia mencatat rekor tertinggi sebesar USD2,51 miliar (Rp44,87 triliun) pada 2025. Volume ekspor mencapai 510.759 ton, meningkat 53,2 persen dibandingkan 2024.
Capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai eksportir kopi terbesar kedelapan dunia. Indonesia juga memiliki pangsa ekspor kopi global sebesar 3,50 persen pada periode tersebut.
Kinerja ekspor kopi menunjukkan potensi yang semakin kuat. Kehadiran Zona Kopi, Teh, dan Kakao (KoTeKa) memperkuat TEI 2026 sebagai platform business-to-business yang mempertemukan produk Indonesia dengan pasar global.
Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menyampaikan pengelompokan produk dalam zona tematik mempertemukan buyer berdasarkan kebutuhan pasar. Ia berharap strategi tersebut dapat makin mendorong transaksi kopi, teh, dan kakao dalam pameran.
“Melalui pengelompokan zona ini, kami ingin memastikan buyer internasional lebih mudah menemukan produk sesuai kebutuhan mereka. Dengan begitu, pembahasan bisnis dengan ekshibitor bisa lebih terarah dan kesepakatan bisnis bisa terjadi lebih cepat,” ujar Puntodewi di Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.
Kemendag memfasilitasi 20 pelaku usaha hasil kurasi di Zona KoTeKa. Paviliun Kopi dan Teh menempati area seluas 108 meter persegi, sedangkan Paviliun Kakao seluas 54 meter persegi.
Pada sektor kopi, hadir pelaku usaha yang mewakili potensi dari Aceh, Sumatra Utara, Jawa Timur, dan Lampung. Area tersebut mengusung konsep “Coffee from Indonesia to the World” untuk memperkenalkan keberagaman dan kualitas kopi Indonesia ke pasar global.
“Kopi Indonesia memiliki kekuatan dari keragaman daerah asal, kualitas, dan karakter produknya. Melalui TEI, kami terus mendorong pelaku usaha untuk memperluas akses pasar sekaligus memperkuat citra kopi Indonesia di pasar global,” kata Puntodewi.
Paviliun Teh akan menampilkan empat peserta, PT Havelindo Vita Lestari, PT Bukit Sari, PT Arafa Arinaya Asia, dan PT Induk Prima Makmur. Puntodewi menyebut teh Indonesia berpeluang dikembangkan, khususnya pada segmen teh hijau dan teh specialty yang permintaan globalnya sedang tumbuh.
Paviliun Kakao menampilkan produk kakao dari hulu hingga hilir, termasuk cokelat artisan. Enam ekshibitor yang hadir terdiri atas PT Morinuka Alam Nusantara dan PT Nutri Choco Nusantara.
Ekshibitor lainnya adalah PT Java Criollo Cokelat Indonesia dan PT nDalem Value Creation Indonesia. Dua ekshibitor lainnya adalah CV Mimpi Masa Kecil Anak Indonesia serta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.
Zona KoTeKa juga menghadirkan berbagai kegiatan untuk memperkuat interaksi antara pelaku usaha dan buyer. Salah satunya Kontes Kopi Spesialti Indonesia (KKSI) ke-18 pada 14-15 Oktober 2026, serta seminar dan lokakarya kopi, teh, kakao.
Kehadiran Zona KoTeKa memperkuat TEI 2026 sebagai platform business-to-business yang mempertemukan produk dan pelaku usaha Indonesia dengan pasar global. Mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”, TEI 2026 berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.
Sementara itu, ekspor kakao Indonesia pada 2025 mencapai USD3,50 miliar (Rp62,56 triliun). Nilai tersebut meningkat 36,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menempatkan Indonesia sebagai eksportir kakao terbesar ketujuh dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....