TEI 2026 Satukan Kopi, Teh, Kakao, Mudahkan Pembeli Temukan Produk
- 06 Okt 2026 22:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Perdagangan membuat Zona KoTeKa (Kopi, Teh, Kakao) yang mengintegrasikan tiga komoditas unggulan Indonesia dalam satu area di Trade Expo Indonesia 2026.
- Pengelompokan produk dalam zona tematik dirancang untuk memudahkan pembeli mancanegara menemukan produk Indonesia sesuai kebutuhan pasar mereka.
- Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah transaksi perdagangan untuk ketiga komoditas ekspor strategis tersebut di pameran internasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perdagangan menyiapkan Zona Kopi, Teh, dan Kakao (KoTeKa) pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Zona tersebut mengintegrasikan tiga komoditas untuk memudahkan buyer mancanegara menemukan produk Indonesia.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menyampaikan pengelompokan produk dalam zona tematik mempertemukan produk Indonesia dengan buyer sesuai kebutuhan pasar. Ia berharap strategi tersebut dapat makin mendorong transaksi kopi, teh, dan kakao dalam pameran.
“Melalui pengelompokan zona ini, kami ingin memastikan buyer internasional lebih mudah menemukan produk sesuai kebutuhan mereka. Dengan begitu, pembahasan bisnis dengan ekshibitor bisa lebih terarah dan kesepakatan bisnis bisa terjadi lebih cepat,” ujar Puntodewi di Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.
Kementerian Perdagangan memfasilitasi 20 pelaku usaha hasil kurasi di Zona KoTeKa. Zona tersebut terbagi menjadi Paviliun Kopi dan Teh seluas 108 meter persegi serta Paviliun Kakao seluas 54 meter persegi.
Zona KoTeKa merupakan bagian dari Zona Food, Beverage, and Agriculture Products pada TEI 2026. Zona tersebut menjadi area pameran dengan jumlah ekshibitor terbanyak, yaitu 754 ekshibitor.
Pada sektor kopi, hadir pelaku usaha yang mewakili potensi dari Aceh, Sumatra Utara, Jawa Timur, dan Lampung. Area tersebut mengusung konsep “Coffee from Indonesia to the World” untuk memperkenalkan keberagaman dan kualitas kopi Indonesia ke pasar global.
“Kopi Indonesia memiliki kekuatan dari keragaman daerah asal, kualitas, dan karakter produknya. Melalui TEI, kami terus mendorong pelaku usaha untuk memperluas akses pasar sekaligus memperkuat citra kopi Indonesia di pasar global,” kata Puntodewi.
Paviliun Teh akan menampilkan empat peserta, PT Havelindo Vita Lestari, PT Bukit Sari, PT Arafa Arinaya Asia, dan PT Induk Prima Makmur. Puntodewi menyebut teh Indonesia berpeluang dikembangkan, khususnya pada segmen teh hijau dan teh specialty yang permintaan globalnya sedang tumbuh.
Paviliun Kakao menampilkan produk kakao dari hulu hingga hilir, termasuk cokelat artisan. Enam ekshibitor yang hadir terdiri atas PT Morinuka Alam Nusantara dan PT Nutri Choco Nusantara.
Ekshibitor lainnya adalah PT Java Criollo Cokelat Indonesia dan PT nDalem Value Creation Indonesia. Dua ekshibitor lainnya adalah CV Mimpi Masa Kecil Anak Indonesia serta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.
Zona KoTeKa juga menghadirkan berbagai kegiatan untuk memperkuat interaksi antara pelaku usaha dan buyer. Salah satunya Kontes Kopi Spesialti Indonesia (KKSI) ke-18 pada 14-15 Oktober 2026, serta seminar dan lokakarya kopi, teh, kakao.
Kehadiran Zona KoTeKa memperkuat TEI 2026 sebagai platform business-to-business yang mempertemukan produk dan pelaku usaha Indonesia dengan pasar global. Mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”, TEI 2026 berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.
Kinerja ekspor kopi Indonesia menunjukkan potensi yang semakin kuat. Pada 2025, ekspor kopi Indonesia mencapai rekor tertinggi sebesar USD2,51 miliar dengan volume 510.759 ton.
Sementara itu, ekspor kakao Indonesia pada 2025 mencapai USD3,50 miliar. Nilai tersebut meningkat 36,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menempatkan Indonesia sebagai eksportir kakao terbesar ketujuh dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....