KAI Catat Kenaikan Penumpang di Stasiun Ujung Jawa dan Sumatra
- 05 Okt 2026 00:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Stasiun Ketapang mencatat 615.161 pergerakan pelanggan dengan peningkatan 8,56 persen sepanjang Januari hingga September 2026.
- Stasiun Tanjungkarang membukukan 562.993 pergerakan pelanggan dengan pertumbuhan 13,99 persen pada periode yang sama.
- KAI menghubungkan jaringan rel bersejarah antarpulau untuk mendukung mobilitas masyarakat dan sektor pariwisata nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat 615.161 pergerakan pelanggan di Stasiun Ketapang sejak Januari hingga September 2026. Stasiun Tanjungkarang di Lampung turut mencatat 562.993 pergerakan pelanggan pada periode yang sama tersebut.
Titik terjauh jaringan rel kereta api tersebut terus menghubungkan mobilitas masyarakat serta pariwisata antarpulau. KAI merilis data operasional stasiun ujung tersebut di Jakarta pada hari Minggu, 4 Oktober 2026.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan karakter perjalanan kereta api berdasarkan letak geografis. Titik operasional tersebut meliputi Stasiun Merak di ujung barat serta Stasiun Ketapang di ujung timur.
“Menarik melihat bagaimana rel menjangkau berbagai sisi Jawa dan Sumatra. Di beberapa tempat perjalanan bertemu dengan pelabuhan dan laut, di tempat lain kereta api menjadi penghubung masyarakat antarkota. Jejak sejarah itu masih digunakan masyarakat sampai hari ini,” ujar Anne.
Stasiun Merak berada dekat dengan Pelabuhan Merak yang menghubungkan jalur penyeberangan di Selat Sunda. Layanan kereta api menuju Merak telah hadir melayani rute Rangkasbitung–Merak sejak awal abad ke-20.
Jalur rel kereta api menuju kawasan Banyuwangi di Jawa Timur mulai dibuka pada 2 Februari 1903. Stasiun Ketapang kini menjadi salah satu akses perjalanan lanjutan menuju Bali melalui Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk.
Arus penumpang di Stasiun Ketapang tersebut mencakup 292.618 pelanggan berangkat dan 322.543 pelanggan tiba. Jumlah tersebut meningkat 8,56 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 566.643 pergerakan.
Stasiun Krueng Mane di Aceh menjadi titik ujung layanan aktif kereta api Cut Meutia. Kehadiran kereta api Cut Meutia tersebut menopang mobilitas masyarakat Aceh di bagian utara Sumatra.
Stasiun Tanjungkarang mencatatkan awal sejarah pembangunan sejak 1911 hingga diresmikan pada 30 Juni 1914. Stasiun Tanjungkarang melayani pergerakan pegawai dan material dari Pelabuhan Panjang pada masa awal operasinya.
Aktivitas di Stasiun Tanjungkarang tersebut mencakup sebanyak 280.094 pelanggan berangkat dan 282.899 pelanggan tiba. Jumlah tersebut tumbuh 13,99 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 493.881 pergerakan.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menjelaskan makna luas keberadaan stasiun kereta api. Simpul transportasi darat tersebut berkembang dinamis mengikuti perpindahan aktivitas pelabuhan di berbagai wilayah pesisir.
“Dari Merak yang menghadap Selat Sunda, Ketapang yang membuka perjalanan menuju Bali, Krueng Mane di Aceh, hingga Tanjungkarang yang tumbuh bersama sejarah Lampung, setiap stasiun memiliki cerita wilayahnya sendiri. Rel menghubungkan cerita itu dengan kehidupan masyarakat hari ini, dan kami ingin konektivitas tersebut terus memberi manfaat bagi perjalanan, ekonomi, keluarga, dan pariwisata di berbagai daerah,” kata Wisnu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....