Ekspor Indonesia Agustus 2026 Tumbuh 6,72 Persen, Capai USD26,61 Miliar
- 03 Okt 2026 11:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sektor industri pengolahan atau manufaktur menjadi pendorong utama pertumbuhan ekspor dengan peningkatan sebesar 12,48 persen pada Agustus 2026.
- Nilai ekspor Indonesia pada Agustus 2026 mencapai USD26,61 miliar dengan pertumbuhan 6,72 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.
- Ekspor nonmigas mencapai USD25,62 miliar, menunjukkan kontribusi signifikan dari sektor produk olahan tanpa minyak dan gas.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut nilai ekspor Indonesia mencapai USD26,61 miliar pada Agustus 2026. Nilai tersebut tumbuh 6,72 persen dibandingkan Agustus 2025, dengan ekspor nonmigas mencapai USD25,62 miliar.
Kinerja ekspor Agustus 2026 ditopang ekspor industri pengolahan atau manufaktur. Sektor tersebut mencatat pertumbuhan ekspor sebesar 12,48 persen pada periode tersebut.
“Capaian ekspor Indonesia pada Agustus 2026 yang mencapai USD 26,61 miliar menunjukkan fundamental perdagangan Indonesia tetap memiliki daya tahan yang kuat. Di tengah dinamika ekonomi global, produk-produk Indonesia tetap diminati dan mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Budi di Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
Pada Januari hingga Agustus 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai USD193,64 miliar. Angka tersebut meningkat 4,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ekspor industri pengolahan menjadi penopang utama pada Januari hingga Agustus 2026 dengan nilai USD159,55 miliar. Nilai tersebut tumbuh 7,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Peningkatan signifikan pada sektor manufaktur menunjukkan keberhasilan transformasi struktural yang konsisten dijalankan. Indonesia kini mulai bertransformasi dari eksportir bahan mentah ke produsen produk olahan industri bernilai tambah tinggi,” kata Budi.
Budi menyebut hilirisasi menjadi katalis utama yang melipatgandakan nilai ekspor dan memperkuat daya saing industri nasional. Menurutnya, hilirisasi juga menciptakan dampak berganda bagi penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi domestik.
Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat surplus USD3,55 miliar pada Agustus 2026. Surplus tersebut ditopang sektor nonmigas yang mencapai USD6,09 miliar.
Ekspor nonmigas Indonesia pada Agustus 2026 antara lain ditopang besi dan baja, minyak kelapa sawit beserta produk turunannya, serta batu bara. Negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia pada periode tersebut adalah Tiongkok, Amerika Serikat, dan India.
Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia pada Januari hingga Agustus 2026 membukukan surplus USD7,25 miliar. Surplus nonmigas mencapai USD28,54 miliar, dengan Amerika Serikat, India, dan Filipina menjadi negara dengan kontribusi surplus nonmigas terbesar.
“Surplus perdagangan yang terus terjaga menjadi modal penting bagi perekonomian nasional. Kementerian Perdagangan akan terus mengoptimalkan berbagai perjanjian perdagangan untuk memperluas akses pasar dan mengurangi hambatan perdagangan,” ucap Budi.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan capaian ekspor Agustus 2026 momentum memperkuat ekosistem ekspor hulu-hilir. Ia mengatakan Kemendag terus mendorong diversifikasi pasar ekspor ke kawasan nontradisional potensial seperti Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Latin.
Upaya diversifikasi tersebut dilakukan melalui penguatan peran 46 perwakilan perdagangan RI di 33 negara. Para perwadag bertugas mengidentifikasi peluang pasar, mempertemukan eksportir dengan calon pembeli, serta memberikan pendampingan pemenuhan standar mutu dan pengawalan kesepakatan dagang.
“Kami akan terus mendorong perwadag RI untuk aktif membuka peluang pasar, mempertemukan eksportir dengan calon pembeli, dan memberikan pendampingan hingga transaksi terealisasi. Dengan langkah ini, kami optimistis kinerja ekspor nasional dapat terus tumbuh hingga akhir 2026,” ujar Puntodewi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....