Calon Buyer Spanyol Jajaki Limbah Jaring Ikan untuk Pelet Nilon 6

  • 03 Okt 2026 10:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Perusahaan Spanyol Recycling Fibers sedang menjajaki peluang pembelian dan pengolahan limbah jaring ikan berbahan nilon 6 dari Indonesia.
  • Penjajakan bisnis ini berlangsung melalui kegiatan business matching yang diselenggarakan Atase Perdagangan Republik Indonesia di Madrid.
  • Rangkaian penjajakan bisnis ini dilaksanakan dalam periode Juli hingga September 2026 untuk mengidentifikasi peluang kerjasama perdagangan.

RRI.CO.ID, Madrid - Calon buyer Spanyol Recycling Fibers menjajaki limbah jaring ikan berbahan nilon 6 dari Indonesia. Perusahaan tersebut menjajaki pengolahan limbah jaring ikan menjadi pelet nilon 6.

Penjajakan Recycling Fibers berlangsung dalam kegiatan business matching yang digelar Atase Perdagangan Republik Indonesia Madrid. Kegiatan tersebut berlangsung dalam rangkaian penjajakan bisnis pada Juli hingga September 2026.

Perwakilan perdagangan RI di Spanyol mempersiapkan tindak lanjut atas kebutuhan calon buyer. Perwakilan perdagangan RI juga akan memfasilitasi komunikasi bisnis dan pendampingan tindak lanjut.

“Perwakilan perdagangan RI di Spanyol berkomitmen untuk mempertemukan kebutuhan calon buyer dengan spesifikasi produk yang ditawarkan eksportir Indonesia. Kami harap, fasilitasi komunikasi bisnis dan pendampingan tindak lanjut dapat membantu merealisasikan potensi transaksi pasca-business matching,” ujar Atase Perdagangan Republik Indonesia Madrid Ratnaningsih Hidayati di Madrid, Kamis, 1 Oktober 2026.

Atase Perdagangan RI Madrid akan memantau hasil business matching antara eksportir dan calon buyer. Pemantauan tersebut mencakup spesifikasi teknis produk dan pembahasan biaya logistik.

Aruna menjadi salah satu eksportir Indonesia yang menawarkan bahan baku hasil pengolahan limbah jaring ikan. Produk tersebut berasal dari pengolahan fishing net waste.

Rangkaian business matching mencatat potensi transaksi sebesar USD2,31 juta atau sekitar Rp41,35 miliar. Potensi tersebut tercatat dari tiga kegiatan business matching yang berlangsung pada Juli hingga September 2026.

Selain Recycling Fibers, calon buyer Spanyol Manuel Oroz menjajaki briket serbuk kayu heksagonal untuk kebutuhan restoran profesional. Oroz memberikan perhatian pada nilai kalori, fixed carbon, dan ukuran briket.

Calon buyer lainnya, Desarollos GFJ, menunjukkan ketertarikan terhadap produk buah dan sayur olahan Indonesia. Ketiga penjajakan tersebut berlangsung dalam rangkaian business matching pada Juli hingga September 2026.

Charcoal Experience menawarkan briket serbuk kayu heksagonal dan arang shisha. Perusahaan juga menawarkan arang barbeku berbahan kayu keras lokal.

Java Charcoal turut menawarkan briket serbuk kayu heksagonal dan arang shisha kelapa. Perusahaan tersebut juga menawarkan arang barbeku kelapa berbentuk bantal serta arang kayu alami.

Perdagangan Indonesia dengan Spanyol mencapai USD1,67 miliar pada Januari hingga Juli 2026. Nilai tersebut terdiri atas ekspor Indonesia sebesar USD1,06 miliar dan impor USD610,7 juta.

Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar USD450,8 juta terhadap Spanyol pada periode tersebut. Komoditas ekspor Indonesia pada 2025 mencakup lemak dan minyak, besi dan baja, berbagai produk kimia, karet dan barang dari karet, serta bahan kimia organik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....