Produk Indonesia Dilirik Buyer Spanyol, Potensi Transaksi Rp41,35 Miliar

  • 03 Okt 2026 10:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Atase Perdagangan Republik Indonesia Madrid mencatat potensi transaksi sebesar USD2,31 juta (sekitar Rp41,35 miliar) dari tiga kegiatan business matching yang berlangsung pada Juli hingga September 2026.
  • Kegiatan business matching menghasilkan sejumlah ketertarikan dari calon pembeli Spanyol terhadap berbagai produk Indonesia.
  • Atase Perdagangan akan melanjutkan komunikasi dan pendampingan untuk mewujudkan potensi transaksi tersebut menjadi realisasi konkret.

RRI.CO.ID, Madrid - Atase Perdagangan Republik Indonesia Madrid mencatat potensi transaksi USD2,31 juta atau sekitar Rp41,35 miliar dari tiga kegiatan business matching. Kegiatan penjajakan bisnis tersebut berlangsung pada Juli hingga September 2026 dan menghasilkan sejumlah ketertarikan dari calon buyer Spanyol terhadap produk Indonesia.

Atase Perdagangan Republik Indonesia Madrid Ratnaningsih Hidayati berharap tindak lanjut business matching dapat mendorong potensi transaksi menjadi realisasi. Perwakilan perdagangan Indonesia di Spanyol telah mempersiapkan komunikasi lanjutan dan pendampingan untuk menjawab permintaan informasi dari calon buyer.

“Perwakilan perdagangan RI di Spanyol berkomitmen untuk mempertemukan kebutuhan calon buyer dengan spesifikasi produk yang ditawarkan eksportir Indonesia. Kami harap, fasilitasi komunikasi bisnis dan pendampingan tindak lanjut dapat membantu merealisasikan potensi transaksi pasca-business matching,” ujar Ratna di Madrid, Kamis, 1 Oktober 2026.

Ratna menyampaikan Atdag RI Madrid akan terus memantau perkembangan hasil business matching antara eksportir dan calon buyer. Pemantauan tersebut mencakup spesifikasi teknis yang diminta buyer hingga pembahasan biaya logistik.

Tiga calon buyer Spanyol menunjukkan ketertarikan terhadap sejumlah produk Indonesia. Manuel Oroz tertarik pada briket serbuk kayu, Recycling Fibers pada limbah jaring ikan, sedangkan Desarollos GFJ pada produk buah dan sayur olahan.

Manuel Oroz tertarik pada briket serbuk kayu heksagonal untuk kebutuhan restoran profesional. Buyer tersebut menaruh perhatian khusus pada nilai kalori, fixed carbon, dan ukuran produk.

Recycling Fibers tertarik pada limbah jaring ikan berbahan nilon 6 dari Indonesia untuk diolah menjadi pelet nilon 6. Sementara itu, Desarollos GFJ menjajaki produk buah dan sayur olahan Indonesia.

Sejumlah eksportir Indonesia dari sektor bahan baku olahan daur ulang dan olahan biomassa turut mengikuti business matching. Charcoal Experience membawa briket serbuk kayu heksagonal, arang shisha, dan arang barbeku berbahan baku kayu keras lokal Indonesia.

Java Charcoal menawarkan briket serbuk kayu heksagonal, arang shisha kelapa, arang barbeku kelapa berbentuk bantal, serta arang kayu. Sementara itu, Aruna membawa bahan baku olahan daur ulang dari limbah jaring ikan (fishing net waste).

Pada sektor makanan, PT Export Tani Nusantara menawarkan keripik vakum-goreng berbagai buah serta produk beku-kering kelapa, stroberi, durian, apel, dan buah naga. PT Frootful menghadirkan buah dan sayur beku-kering, buah potong beku-kering, bubuk buah, smoothie sachet, yogurt bites, serta produk non-dairy smoothie berbentuk kubus.

AgriTek atau PT Menara Pangan Desa menawarkan keripik buah, sayur, dan umbi dengan teknologi vakum-goreng. Perusahaan tersebut juga menggunakan teknologi individual quick freezing (IQF) dan beku-kering dalam pengolahan produknya.

Kultiva Co. turut menawarkan beragam produk keripik, mulai dari tempe, kulit ikan, pisang, umbi, hingga sayuran musiman. Produk lainnya meliputi keripik ubi ungu, salak, nangka, talas, hingga kentang.

Direktur PT Menara Pangan Desa Richardo Petricius mengapresiasi dukungan Kementerian Perdagangan melalui Atdag RI Madrid dalam penyelenggaraan business matching. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk memperluas pasar di kawasan Eropa.

“Terima kasih atas dukungan yang diberikan pemerintah melalui business matching dan bantuan pendampingan pascakegiatan tersebut. Semoga transaksi awal segera terwujud,” ujar Petricius.

Pada periode Januari hingga Juli 2026, total perdagangan Indonesia dengan Spanyol mencapai USD1,67 miliar. Nilai ekspor Indonesia ke Spanyol tercatat USD1,06 miliar, sedangkan impor dari Spanyol mencapai USD610,7 juta.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....