Penganugerahan PBA, ICA, ISDA 2026 Dorong Bisnis Bertanggung Jawab

  • 30 Sep 2026 03:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta — Corporate Forum for CSR Development (CFCD) menggelar Penganugerahan PBA ke-2, ICA ke-10, dan ISDA ke-9. Acara tersebut berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Selasa, 29 September 2026.

Mengusung tema “Responsible Business in Supporting Asta Cita”, penghargaan tersebut mendorong praktik bisnis bertanggung jawab. Apresiasi diberikan kepada perusahaan, komunitas, individu, serta pemangku kepentingan yang menghadirkan dampak positif berkelanjutan.

Ketua Umum CFCD, Ir. Thendri Supriatno, MBA mengatakan penghargaan tersebut bukan sekadar ajang apresiasi. Menurutnya, CSR dan keberlanjutan harus berbasis bukti, dampak, inovasi, kolaborasi, serta keberlanjutan program.

“Kami ingin memastikan CSR dan keberlanjutan tidak berhenti pada komitmen dan narasi, tetapi dapat dibuktikan melalui evidence, dampak, inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan program. CFCD mengajak dunia usaha memperkuat kontribusinya dalam pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Thendri.

Sekretaris Jenderal CFCD, Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, M.Si. menilai CSR perlu terintegrasi dengan strategi perusahaan. Program juga harus menyesuaikan kebutuhan masyarakat berdasarkan data dan indikator keberhasilan yang terukur.

“Program CSR harus berbasis data, memiliki indikator keberhasilan yang jelas, melibatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan, serta menghasilkan dampak yang terukur dan berkelanjutan,” katanya.

Penganugerahan tersebut dihadiri sejumlah pejabat nasional dan pemangku kepentingan dari berbagai sektor pembangunan. Mereka antara lain Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi dan Kepala BSN Donny Purnomo J.E.

Hadir pula Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali. Selain itu, Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan KLH/BPLH, Ir. Sigit Reliantoro, M.Sc., turut hadir.

Pungkas Bahjuri Ali menyampaikan pencapaian SDGs membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Dunia usaha dinilai memiliki kapasitas menghadirkan inovasi, investasi, teknologi, serta pemberdayaan masyarakat.

“Dunia usaha memiliki kapasitas untuk menghadirkan inovasi, investasi, teknologi, dan model pemberdayaan yang menjawab persoalan pembangunan secara nyata. Karena itu, praktik CSR yang selaras dengan SDGs perlu diperkuat agar menghasilkan dampak terukur bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Sigit Reliantoro menekankan tanggung jawab dunia usaha terhadap lingkungan perlu diarahkan pada pencegahan dampak. Keberlanjutan ekosistem juga harus menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan usaha dan pembangunan.

“CSR dan keberlanjutan perlu bergerak dari sekadar kegiatan sosial menuju kontribusi nyata dalam menjaga daya dukung lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam. Dunia usaha memiliki peran penting," ujarnya.

"Untuk memastikan setiap kegiatan pembangunan tidak melampaui kemampuan lingkungan, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. Yang kita perlukan adalah kebijakan yang diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan, sehingga keberlanjutan menjadi bagian dari budaya dan praktik bisnis."

Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan dalam pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, perempuan juga memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan dalam pembangunan nasional.

“Perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga penggerak perubahan. Program CSR perlu memperkuat kapasitas, kemandirian ekonomi, perlindungan, dan kepemimpinan perempuan,” katanya.

Kepala BSN Donny Purnomo J.E., S.T. menilai standardisasi penting untuk memperkuat akuntabilitas program keberlanjutan. Standardisasi membantu organisasi menerapkan komitmen terhadap kualitas, lingkungan, tata kelola, serta keberlanjutan secara terukur.

“Standardisasi membantu organisasi menerjemahkan komitmen terhadap kualitas, lingkungan, tata kelola, dan keberlanjutan ke dalam proses yang konsisten dan terukur,” ujarnya.

CFCD turut memberikan penghargaan khusus BAKTI Perempuan Bagi Negeri kepada tiga perempuan inspiratif. Penghargaan tersebut mencakup bidang kepemimpinan pemerintahan, perusahaan, energi, pelayanan publik, serta keamanan masyarakat.

Penghargaan diberikan kepada Dra. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., Erma Melina Sarahwati, dan AKBP Heti Patmawati. Ketiganya diapresiasi atas kontribusi dalam kepemimpinan dan pembangunan nasional melalui bidang masing-masing.

PBA, ICA, dan ISDA 2026 diikuti lebih dari 100 perusahaan dengan 275 peserta menghadiri puncak penganugerahan. Rangkaian kegiatan penghargaan tersebut telah dimulai sejak peluncuran program pada Februari 2026.

CFCD menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan dan mitra pendukung yang terlibat dalam kegiatan. Penghargaan tersebut diharapkan memperkuat praktik bisnis bertanggung jawab, inklusif, berwawasan lingkungan, dan berorientasi dampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....