PHE Dorong Asri Basin Sebagai Hub Penyimpanan Karbon di Forum KCCUS Korea

  • 30 Sep 2026 23:01 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan komitmennya dalam mempercepat implementasi teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) serta Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mendukung transisi energi regional
  • Direktur Investasi & Pengembangan Bisnis PHE, Dannif Utojo Danusaputro menyampaikan dalam Forum KCCUS Korea terkait potensi besar Indonesia sebagai pusat penyimpanan karbon regional
  • Berdasarkan estimasi pemerintah, Indonesia memiliki potensi penyimpanan CO₂ nasional sebesar kurang lebih 578 gigaton yang tersebar di 20 cekungan (basin) produktif

RRI.CO.ID, Seoul – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan komitmennya dalam mempercepat implementasi teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS). Perusahaan juga berkomitmen mempercepat implementasi Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mendukung transisi energi regional.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Investasi & Pengembangan Bisnis PHE, Dannif Utojo Danusaputro dalam ajang KCCUS Forum. Pada ajang yang berlangsung di Seoul, Korea Selatan, 15 September 2026 tersebut Dannif menjadi pembicara.

Dalam paparannya yang bertajuk "Implementing CCUS Projects: Visions, Capabilities, and Best Practices", Dannif memaparkan kemajuan portofolio proyek CCUS di Indonesia. Hingga saat ini, PHE telah menjalankan 10 program dengan total injeksi mencapai 5.671 ton CO₂ ekivalen.

Salah satu capaian penting adalah keberhasilan injeksi CO₂ pertama di Lapangan Sukowati yang telah diselesaikan pada Desember 2023. Kemudian, dilanjutkan dengan studi uji coba interwell CO₂ Enhanced Oil Recovery (EOR) pada tahun 2025.

Selain proyek skala pilot, PHE bersama ExxonMobil tengah mengembangkan proyek CCS Hub pertama berskala regional di Asri Basin. Proyek ini dirancang secara terintegrasi mencakup pengangkutan Liquid CO₂ (LCO₂), terminal penerimaan, pipa lepas pantai, sumur injeksi, hingga fasilitas penyimpanan.

Dannif menyampaikan bahwa PHE menerapkan pendekatan yang terukur dalam menangkap peluang dekarbonisasi. "Pendekatan kami sangat terencana, di mana kami menimba pengalaman operasional melalui pilot project sekaligus secara paralel mempersiapkan infrastruktur dan ekosistem yang dibutuhkan untuk pengembangan CCS/CCUS berskala lebih besar," ujarnya.

Lebih lanjut, Dannif menjelaskan potensi besar Indonesia sebagai pusat penyimpanan karbon regional. Berdasarkan estimasi pemerintah, Indonesia memiliki potensi penyimpanan CO₂ nasional sebesar kurang lebih 578 gigaton yang tersebar di 20 cekungan (basin) produktif.

Khusus Asri Basin, potensi penyimpanannya diperkirakan mencapai sekitar 2,9 gigaton dan dinilai ideal untuk injection hub CO₂. Lokasi ini berada di lepas pantai dekat dengan pusat emisi domestik serta memiliki akses pelayaran strategis.

"Asri CCS Hub menggabungkan skala penyimpanan yang masif, lokasi strategis, serta konsep rantai transportasi dan penyimpanan yang lengkap. Tempat penyimpanan yang baik secara teknis juga harus layak secara komersial dan siap secara institusional. Kerangka regulasi pendukung di Indonesia telah tersedia, dan tugas kita bersama adalah mewujudkannya menjadi proyek yang dapat diimplementasikan serta bankable," ucap Dannif menegaskan potensi yang dimiliki Asri Basin.

Kesiapan Indonesia juga didukung oleh regulasi yang makin matang. Sejak tahun 2023, Indonesia telah menerbitkan berbagai kerangka kerja.

Peraturan Menteri ESDM No. 2/2023 dan Peraturan Presiden No. 14/2024 tentang CCS Cross-Border menjadi regulasi utama. Selain itu, regulasi pendukung terkait nilai ekonomi karbon dan tata kelola unit karbon pun telah dipersiapkan.

Melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan di Korea Selatan, termasuk penghasil emisi, perusahaan pelayaran, penyedia teknologi, dan investor, PHE optimistis. Optimistis bahwa Asri CCS Hub dapat menjadi platform injeksi karbon prioritas yang memberikan nilai tambah bagi kedua negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....