BPS Catat Harga Telur Naik meski di Bawah HAP
- 22 Sep 2026 09:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Harga telur ayam ras naik 1,08 persen menjadi Rp29.573 per kilogram
- Harga rata-rata nasional masih di bawah HAP batas atas Rp30 ribu per kilogram
- Sebanyak 165 kabupaten/kota atau 45,83 persen wilayah mengalami kenaikan harga
- Harga telur tertinggi mencapai Rp90 ribu per kilogram di Intan Jaya dan Puncak Jaya
- Kemendagri meminta daerah mengendalikan harga tinggi sekaligus menjaga harga rendah agar peternak tidak dirugikan
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga telur ayam ras naik 1,08 persen hingga pekan ketiga September 2026. Meski meningkat, harga rata-rata nasional Rp29.573 per kilogram masih di bawah HAP batas atas Rp30 ribu.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan kenaikan harga terjadi di 165 kabupaten/kota. Jumlah tersebut mencapai 45,83 persen wilayah Indonesia yang mengalami peningkatan harga.
"Bapak-Ibu semuanya, telur ayam ras ya, telur ayam ras naik 1,08 persen. Walaupun demikian, ini masih berada di bawah harga HAP-nya," ucapnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta, Senin 21 September 2026.
Jumlah daerah yang mengalami kenaikan juga bertambah dalam empat pekan terakhir. Pada minggu keempat Agustus tercatat 135 kabupaten/kota, kemudian 136, 153, hingga mencapai 165 daerah.
"Ada 46 persen kabupaten/kota atau 165 yang mengalami peningkatan telur ayam ras. Next juga langsung ke halaman 27 untuk yang bawang merah," ujarnya.
Meski harga nasional masih di bawah HAP, sejumlah daerah mencatat harga telur jauh lebih tinggi. Harga tertinggi mencapai Rp90 ribu per kilogram di Kabupaten Intan Jaya dan Puncak Jaya.
Kabupaten Mamberamo Tengah juga mencatat harga telur ayam ras mencapai Rp80 ribu per kilogram. Kondisi tersebut menunjukkan disparitas harga telur masih terjadi antardaerah.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir meminta daerah dengan harga telur tinggi melakukan pengendalian. Pemerintah daerah juga diminta memperhatikan daerah yang harga telurnya berada di bawah HAP.
Tomsi mengingatkan harga yang terlalu rendah juga perlu diantisipasi. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap pendapatan peternak.
Pemerintah daerah diminta menjaga keseimbangan harga telur ayam ras sesuai kondisi masing-masing wilayah. Langkah pengendalian diharapkan tetap menjaga kepentingan konsumen sekaligus keberlanjutan usaha peternak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....