MIND ID Dorong Hilirisasi Mineral untuk Perkuat Penerimaan Negara

  • 17 Sep 2026 07:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • MIND ID mendorong hilirisasi mineral untuk meningkatkan nilai tambah dan memperkuat penerimaan negara.
  • Penguatan produksi dan tata kelola menjadi bagian dari strategi pengelolaan sumber daya mineral nasional.
  • Komisi XII DPR RI mending penguatan tata kelola, percepatan hilirisasi, peningkatan nilai tambah, serta penguatan tata niaga komoditas strategis.

RRI.CO.ID, Jakarta - Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) mendorong penguatan hilirisasi mineral, peningkatan produksi, dan tata kelola pertambangan. Hal ini dimaksudkan untuk memperbesar nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat penerimaan negara.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, mengatakan, optimalisasi tersebut dilakukan melalui pengembangan industri terintegrasi, penguatan hilirisasi, dan pengelolaan komoditas strategis nasional.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Maroef menyampaikan, MIND ID memiliki potensi besar untuk meningkatkan kontribusi ekonomi melalui pengelolaan sumber daya mineral yang semakin terintegrasi.

Menurut dia, penguatan peran MIND ID tidak hanya diarahkan pada peningkatan kinerja perusahaan. Namun, juga penciptaan nilai tambah, lapangan kerja, penguasaan teknologi, dan penerimaan negara di dalam negeri.

Berdasarkan Laporan Keberlanjutan 2025, MIND ID mencatat Generated Economic Value sebesar Rp185,16 triliun dan Distributed Economic Value Rp180,30 triliun. Sementara itu, total pembayaran kewajiban kepada pemerintah mencapai Rp32,82 triliun yang terdiri atas dividen, pajak, dan kewajiban lainnya.

Grup MIND ID juga terus mengembangkan sejumlah proyek strategis, antara lain ekosistem bauksit, alumina, dan aluminium terintegrasi, pemurnian serta pencetakan emas logam mulia, dan ekosistem baterai kendaraan listrik. Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperluas basis industri nasional dan meningkatkan nilai tambah komoditas mineral di dalam negeri.

Selain hilirisasi, MIND ID menjalankan peran dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui PT Bukit Asam yang secara konsisten memenuhi bahkan melampaui kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Kewajiban tersebut ditujukan untuk menjaga pasokan batu bara bagi kebutuhan pembangkit listrik nasional.

Maroef menegaskan bahwa MIND ID siap menjalankan mandat yang lebih besar dalam pengelolaan sumber daya alam nasional dengan dukungan sumber daya manusia, teknologi, pengalaman operasional, dan jaringan industri. Ia menilai sinergi pemerintah, DPR, dan MIND ID diperlukan agar kekayaan mineral Indonesia dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Sementara itu, Komisi XII DPR RI menyampaikan dukungan terhadap upaya MIND ID memperkuat tata kelola pertambangan, mempercepat hilirisasi, dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam. Komisi XII juga mendukung kepastian penerapan DMO serta penguatan tata niaga komoditas strategis seperti emas agar lebih transparan, berkeadilan, dan mampu meningkatkan penerimaan negara.

Anggota Komisi XII DPR RI, Yulian Gunhar, mengatakan pembentukan MIND ID diarahkan untuk mengubah pengelolaan mineral. Yakni, dari sekadar aktivitas ekstraksi menjadi kekuatan industri nasional.

"Bahwa negara menguasai sumber daya alam, diolah sendiri, menjadi industri, menciptakan nilai tambah, sampai tujuannya adalah kemakmuran rakyat," kata Gunhar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....