Kereta Petani dan Pedagang Layani 43.780 Penumpang di Banten

  • 18 Sep 2026 01:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia (KAI) melayani 43.780 pelanggan Kereta Petani dan Pedagang pada relasi Merak hingga Rangkasbitung.
  • Stasiun Cikeusal mencatatkan volume pergerakan tertinggi dengan melayani sebanyak 25.265 penumpang naik dan turun.
  • Pengelola menetapkan tarif perjalanan terjangkau sebesar Rp3.000 untuk memfasilitasi kebutuhan mobilitas harian masyarakat Banten.

RRI.CO.ID, Serang - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat 43.780 pelanggan menaiki Kereta Petani dan Pedagang di Banten. Jumlah penumpang tersebut terhitung sejak operasional perdana pada 1 Desember 2025 hingga 14 September 2026.

Masyarakat memanfaatkan transportasi publik tersebut untuk perjalanan bekerja serta aktivitas perdagangan dengan biaya terjangkau. Setiap pengguna jasa kereta tersebut hanya membayar tarif tiket sebesar Rp3.000 untuk satu kali perjalanan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan informasi operasional pada Kamis, 17 September 2026. Data penumpang tersebut dihimpun dari lima stasiun pemberhentian di sepanjang lintasan Merak sampai Rangkasbitung.

“Sejak mulai beroperasi hingga 14 September 2026, Kereta Petani dan Pedagang telah melayani 43.780 pelanggan. Kehadiran layanan ini memberikan pilihan perjalanan yang terjangkau bagi masyarakat untuk mendukung aktivitas harian di wilayah Banten,” ujar Anne.

Stasiun Cikeusal mencatat jumlah penumpang naik dan turun tertinggi dengan angka mencapai 25.265 pelanggan. Stasiun Rangkasbitung menempati posisi kedua dengan melayani sebanyak 19.644 pelanggan selama periode operasional tersebut.

Stasiun Serang melayani sebanyak 12.035 pelanggan dan Stasiun Merak telah mencatatkan sebanyak 8.065 pelanggan. Stasiun Cilegon melengkapi data pergerakan penumpang kereta api tersebut dengan mencatatkan sebanyak 7.136 pelanggan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Cikeusal memiliki aktivitas pada sektor pertanian serta kegiatan ekonomi lokal. Kehadiran kereta tersebut memberikan alternatif perjalanan bagi warga sekitar Cikeusal dengan layanan yang terjadwal.

Stasiun Rangkasbitung juga menjadi titik simpul perjalanan dengan mobilitas masyarakat dinamis di Kabupaten Lebak. Kawasan Rangkasbitung memiliki pergerakan perjalanan yang tinggi dalam operasional Kereta Petani dan Pedagang tersebut.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menjelaskan faktor keterjangkauan tarif layanan tersebut. KAI mengevaluasi layanan secara berkala guna menjawab kebutuhan perjalanan masyarakat di lintas Merak sampai Rangkasbitung.

“Tarif yang terjangkau memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki pilihan perjalanan menggunakan kereta api. KAI terus menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat,” kata Wisnu Pramudya.

Kereta Petani dan Pedagang terus dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pilihan perjalanan transportasi di wilayah Banten. Transportasi publik ini secara berkelanjutan mendukung aktivitas harian warga mulai dari bekerja hingga berdagang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....