KAI Operasikan 113 Unit PLTS 4,43 MWp di 92 Lokasi

  • 18 Sep 2026 00:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia mengoperasikan 113 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya berkapasitas 4,43 MWp pada 92 lokasi aset perkeretaapian.
  • Pemanfaatan instalasi tenaga surya tersebut berpotensi memproduksi daya listrik hingga 6,6 juta kWh per tahun guna mendukung efisiensi operasional.
  • KAI mengembangkan energi terbarukan secara bertahap sejak 2022 untuk mewujudkan sistem transportasi publik rendah karbon yang berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia mengoperasikan 113 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada 92 lokasi aset. Seluruh instalasi energi tersebut memiliki total kapasitas terpasang sebesar 4,43 MWp demi efisiensi operasional perkeretaapian.

Manajemen perusahaan menyampaikan catatan pemanfaatan energi surya tersebut secara resmi pada Kamis, 17 September 2026. Pembangkit terpasang itu mampu memproduksi listrik sebanyak 5,8 juta hingga 6,6 juta kWh setiap tahun.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memberikan keterangan mengenai inovasi pengelolaan sistem tenaga surya. Pengembangan pembangkit ramah lingkungan tersebut telah dimulai secara bertahap sejak 2022 dengan kapasitas 206 kWp.

“Kereta api membutuhkan dukungan infrastruktur yang andal agar perjalanan masyarakat dan distribusi barang dapat berjalan optimal. Pengelolaan energi menjadi salah satu aspek penting dalam operasional perkeretaapian, sehingga KAI terus mencari peluang pemanfaatan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi energi pada aset perusahaan,” ujar Anne.

Kapasitas terpasang meningkat menjadi 1.314,30 kWp pada 2023 serta bertambah sebesar 1.914,20 kWp pada 2024. Penambahan daya kemudian mencapai 996,15 kWp pada 2025 sebelum rencana perluasan 500 kWp pada 2026.

Implementasi panel surya saat ini mencakup 62 lokasi stasiun dengan total kapasitas mencapai 1.759,90 kWp. Perusahaan turut memasang pembangkit listrik pada sepuluh lokasi balai yasa sebesar 1.786,50 kWp secara terukur.

Anne menjelaskan bahwa kebutuhan pasokan energi sektor transportasi memiliki karakteristik sangat besar dan berlangsung secara berkelanjutan. Pemasangan sarana surya juga menjangkau fasilitas kantor, griya karya, depo kereta, hingga record center perusahaan.

“Transformasi transportasi mencakup perjalanan kereta api beserta seluruh fasilitas pendukungnya. Melalui pemanfaatan energi terbarukan, KAI terus mengoptimalkan pengelolaan aset agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan operasional,” kata Anne.

Laporan Keberlanjutan KAI 2025 menetapkan penggunaan listrik solar panel sebagai indikator utama kinerja energi perusahaan. Langkah strategis tersebut menjadi bagian dari inisiatif efisiensi energi demi mendukung sistem transportasi rendah karbon.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan komitmen perusahaan dalam mengevaluasi pengelolaan aset. Arus listrik surya menopang kebutuhan gedung operasional, area pelayanan pelanggan, serta fasilitas pemeliharaan sarana perkeretaapian.

“KAI akan terus mengevaluasi berbagai peluang inovasi dalam pengelolaan energi dan aset perusahaan. Melalui pemanfaatan teknologi, KAI berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang semakin efisien, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Wisnu Pramudya.

Penerapan teknologi ramah lingkungan membuktikan kesiapan infrastruktur transportasi rel dalam merespons kebutuhan operasional masa depan. Optimalisasi pemanfaatan tenaga surya secara berkelanjutan mampu menekan dampak operasional perkeretaapian terhadap kondisi lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....