Jejak Sejarah SCS Membentuk Jalur Kereta Api Pesisir Utara Jawa

  • 17 Sep 2026 02:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Jejak Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS) menghubungkan mobilitas perdagangan pesisir Jawa.
  • PT Kereta Api Indonesia melayani 351.602.397 pelanggan sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
  • KAI menyosialisasikan warisan sejarah perkeretaapian nasional menjelang perayaan hari jadinya ke-81.

RRI.CO.ID, Jakarta - Jejak sejarah perkeretaapian melalui Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS) membentuk konektivitas kawasan pesisir utara Jawa. Perusahaan swasta era Hindia Belanda tersebut membangun jalur rel kereta api dari Semarang menuju Cirebon.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengajak masyarakat menelusuri sejarah menjelang Hari Ulang Tahun ke-81. Jalur transportasi rel tersebut mendukung distribusi berbagai komoditas produksi menuju kawasan pusat perdagangan pesisir.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba merilis keterangan resmi pada Rabu, 16 September 2026. Para pekerja mengambil alih perusahaan kereta api dari pihak penguasa Jepang pada 28 September 1945.

“Kereta api memiliki cerita panjang bersama Indonesia. Setiap jalur menyimpan kisah mengenai bagaimana masyarakat bergerak, bagaimana kota berkembang, dan bagaimana aktivitas ekonomi tumbuh mengikuti perjalanan transportasi rel,” ujar Anne.

Anne menegaskan bahwa catatan sejarah transportasi rel mampu memberikan wawasan luas bagi seluruh masyarakat Indonesia. Rute kereta api pertama di Indonesia mulai beroperasi menghubungkan kawasan Semarang menuju Tanggung pada 1867.

“Jejak sejarah perkeretaapian menunjukkan bagaimana kereta api terus beradaptasi mengikuti kebutuhan masyarakat. Dari jalur yang dahulu menghubungkan pusat perdagangan hingga layanan modern saat ini, kereta api tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” kata Anne.

Kota Pekalongan berkembang sebagai sentra batik sedangkan Tegal menjalankan peran industri serta pusat perdagangan. Wilayah Daerah Operasi 4 Semarang mencatat pelayanan 4.876.088 pelanggan pada periode Januari hingga Agustus 2026.

Stasiun Cirebon beserta Stasiun Cirebon Prujakan terus melayani mobilitas masyarakat luas menuju ke berbagai wilayah. Secara keseluruhan KAI Group melayani sebanyak 351.602.397 pelanggan pada periode bulan Januari hingga Agustus 2026.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya memaparkan peran penting transportasi rel bagi perkembangan bangsa. Indonesia memiliki warisan rel bergerigi di Ambarawa serta kawasan tambang batu bara Ombilin Sawahlunto.

"Menjelang 81 tahun perjalanan KAI, berbagai jejak sejarah perkeretaapian menjadi pengingat bahwa kereta api tumbuh bersama perkembangan Indonesia. Dari jalur bersejarah hingga layanan modern saat ini, setiap perjalanan membawa cerita mengenai kota, masyarakat, dan perubahan zaman," kata Wisnu Pramudya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....