Inovasi Perawatan Rel Ramah Lingkungan KAI Pakai 68.501 Bantalan
- 17 Sep 2026 01:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KAI mengalokasikan 68.501 batang bantalan sintetis ramah lingkungan sepanjang kurun waktu 2022 hingga 2026.
- Pekerja merawat prasarana rel kereta api memanfaatkan teknologi peralatan berbasis daya baterai listrik.
- Manajemen mengoperasikan sistem pengolahan air limbah terpadu serta merancang instalasi panel pembangkit surya.
RRI.CO.ID, Jakarta - Inovasi perawatan rel ramah lingkungan PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyerap 68.501 bantalan sintetis. Pengadaan material jalur kereta api modern tersebut terlaksana bertahap sepanjang periode tahun 2022 sampai 2026.
KAI merilis pembaruan data pemeliharaan jalur berbasis kelestarian alam tersebut pada Rabu, 16 September 2026. Perusahaan transportasi massal ini memadukan pemanfaatan material sintetis dengan peralatan kerja bertenaga baterai listrik.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan kesiapan prasarana sangat menentukan keamanan perjalanan kereta. Bantalan rel sintetis berbahan Fiber Reinforced Foamed Urethane kini menjadi pilihan pengganti material kayu.
“Di balik perjalanan kereta api yang dinikmati pelanggan, terdapat proses perawatan yang dilakukan berkelanjutan. KAI terus menghadirkan inovasi pada material dan teknologi perawatan agar prasarana tetap andal serta mendukung keberlanjutan lingkungan,” ujar Anne.
Pengadaan bantalan tercatat sebanyak 5.656 batang pada 2022 lalu bertambah 16.353 batang pada 2023. Penyediaan berlanjut sebanyak 15.864 batang pada 2024, disusul 13.789 pada 2025, serta 16.839 batang pada 2026.
Material sintetis wajib melewati uji kekuatan lentur, ketahanan beban, resistansi isolasi, hingga ketahanan cuaca. Bantalan berdaya tahan tinggi ini efektif menekan frekuensi penggantian rel sekaligus mengurangi limbah bantalan.
Petugas lapangan saat ini mengoperasikan mesin bor, gerinda, lampu penerangan, dan track geometry trolley. Rencana pengadaan perlengkapan baterai berikutnya mencakup battery rail saw, rail grinder, serta chain saw.
Pengelolaan lingkungan prasarana turut menerapkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) demi menjaga baku mutu. Fasilitas Balai Yasa Prasarana juga merencanakan pemasangan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) fotovoltaik.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan pentingnya inovasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Perusahaan perkeretaapian turut menerapkan konsep efisiensi energi dan green building pada fasilitas perawatan prasarana.
“Perjalanan kereta api dimulai dari jalur yang terawat. Melalui inovasi material, teknologi perawatan, dan pengelolaan lingkungan, KAI terus menjaga kualitas prasarana agar perjalanan pelanggan semakin aman, nyaman, dan andal,” kata Wisnu Pramudya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....