KAI Kembangkan Peran Stasiun dan Layani 351,6 Juta Pelanggan

  • 10 Sep 2026 23:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus mengoptimalkan peran stasiun sebagai pusat mobilitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan.
  • Manajemen KAI mencatat volume pelayanan sebanyak 351.602.397 pelanggan sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026.
  • Perusahaan menerapkan konsep Transit Oriented Development dengan merujuk pada tata kelola transportasi kota internasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengembangkan peran stasiun hingga melayani 351.602.397 pelanggan periode Januari-Agustus 2026. Jumlah volume penumpang tersebut mengalami peningkatan sebesar 7,09 persen dibandingkan periode sama tahun 2025 lalu.

Layanan publik Public Service Obligation (PSO) dan perintis mencatat kontribusi sebanyak 317,7 juta pelanggan. Manajemen KAI merilis data porsi pelanggan sebesar 90,29 persen tersebut pada Kamis, 10 September 2026.

Pengembangan kawasan stasiun berbasis Transit Oriented Development mengacu pada kota Tokyo, London, dan Paris. Konsep integrasi global tersebut menghubungkan simpul transportasi publik dengan pusat kegiatan ekonomi masyarakat perkotaan.

Stasiun Lubuk Linggau dan Stasiun Tebing Tinggi memperkuat konektivitas jaringan transportasi di wilayah Sumatera. Sementara itu, Stasiun Madiun memegang peran sangat penting dalam sejarah perkembangan industri perkeretaapian nasional.

Stasiun Ketapang Banyuwangi menjadi pintu gerbang utama mobilitas masyarakat dari Jawa Timur menuju Bali. Jalur Stasiun Cikampek turut menghubungkan kawasan industri strategis di Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan keterangan resmi terkait dinamika perkembangan kawasan. Arah kebijakan operasional manajemen KAI berpedoman pada Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) yang berkelanjutan.

“Kereta api memiliki perjalanan panjang bersama berbagai kota di Indonesia. Setiap stasiun menyimpan cerita mengenai mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, dan perkembangan daerah. Ke depan, KAI terus mengembangkan layanan perkeretaapian yang semakin terhubung dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan kawasan,” ujar Anne.

Anne menjelaskan bahwa acuan perkembangan kota tingkat internasional mendorong optimalisasi sistem integrasi moda transportasi. Langkah strategis tersebut bertujuan untuk mempermudah aksesibilitas masyarakat dalam melakukan perjalanan antarkota secara efisien.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan komitmen perkeretaapian nasional hingga masa depan. Keberadaan seluruh jaringan transportasi berbasis rel telah menghubungkan mobilitas masyarakat selama 159 tahun perjalanan.

"Dari jejak sejarah hingga arah masa depan, KAI terus mengembangkan peran stasiun sebagai bagian dari perjalanan kota dan mobilitas masyarakat Indonesia," kata Wisnu Pramudya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....