Angkutan Perkebunan KAI Tumbuh 91,77 Persen Capai 683 Ribu Ton
- 09 Sep 2026 22:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia mencatat volume angkutan perkebunan sebesar 683.214 ton hingga bulan Agustus 2026.
- Capaian angkutan logistik perkebunan KAI tumbuh pesat sebesar 91,77 persen dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.
- Pemerintah menerapkan program B50 sejak tanggal 1 Juli 2026 menggunakan bahan baku turunan minyak sawit.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengangkut 683.214 ton komoditas perkebunan selama periode Januari hingga Agustus 2026. Capaian tersebut mencatatkan pertumbuhan volume sebesar 91,77 persen dibandingkan periode sama pada tahun 2025.
Volume angkutan komoditas perkebunan tersebut mengalami lonjakan persentase hingga sebanyak 326.420 ton dalam setahun. BUMN logistik ini melaporkan peningkatan kinerja operasional tersebut pada hari Rabu, 9 September 2026.
Realisasi pengangkutan barang pada tahun sebelumnya tercatat hanya menyentuh angka sebanyak 356.794 ton saja. Jaringan rel kereta api kini telah menghubungkan berbagai kawasan industri dengan pusat sentra produksi.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memberikan keterangan resmi terkait pertumbuhan angkutan logistik. Moda transportasi kereta api mengandalkan kapasitas angkut besar serta kepastian jadwal perjalanan yang konsisten.
“Kereta api memiliki peran dalam mendukung rantai distribusi berbagai sektor industri, termasuk perkebunan. Dengan karakteristik angkutan yang mampu membawa volume besar dalam satu perjalanan, layanan ini membantu menghadirkan pilihan transportasi logistik yang efisien dan andal bagi pelanggan industri,” ujar Anne.
Indonesia memiliki peran sangat krusial dalam peta rantai pasok industri perkebunan kelapa sawit dunia. Data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat produksi sawit nasional mencapai 51,66 juta ton.
Produk turunan kelapa sawit menjadi bahan baku utama pelaksanaan program biodiesel nasional milik pemerintah. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi mengimplementasikan campuran B50 sejak 1 Juli 2026.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menjelaskan evaluasi operasional angkutan barang perkebunan. Layanan moda rel ini terus beradaptasi secara berkala demi memenuhi kebutuhan rantai pasok industri.
“Pertumbuhan angkutan perkebunan menjadi salah satu indikator berkembangnya kebutuhan logistik berbasis rel. KAI terus melakukan evaluasi terhadap layanan angkutan barang agar mampu menjawab kebutuhan industri dan memberikan layanan transportasi yang semakin optimal,” kata Wisnu.
United States Department of Agriculture (USDA) merilis data statistik perdagangan komoditas minyak nabati dunia. Laporan tersebut menempatkan negara Indonesia serta Malaysia sebagai penyumbang terbesar produksi minyak sawit global.
Penguatan konektivitas sektor logistik dilakukan secara berkelanjutan melalui optimalisasi jaringan kereta api pengangkut barang. Peningkatan volume pengangkutan mendukung proses transformasi moda transportasi dalam menopang aktivitas perdagangan komoditas nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....