Hilirisasi Mineral Jadi Kunci Perkuat Kedaulatan Ekonomi Indonesia

  • 07 Sep 2026 08:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hilirisasi mineral menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah kekayaan sumber daya alam Indonesia.
  • Indonesia tidak boleh hanya mengandalkan eksploitasi dan ekspor bahan mentah, tetapi harus memperkuat industri pengolahan di dalam negeri.
  • Hilirisasi dinilai mampu membuka lapangan kerja, memperkuat industri nasional, dan mendorong kedaulatan ekonomi.

RRI.CO.ID, Medan - Penguatan hilirisasi mineral menjadi langkah strategis untuk memastikan kekayaan sumber daya alam (SDA) Indonesia memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional. Hilirisasi juga dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kedaulatan ekonomi bangsa.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU), Hatta Ridho, mengatakan Indonesia memiliki potensi mineral yang besar. Karena itu, pengelolaannya tidak boleh hanya berhenti pada eksplorasi dan pengiriman bahan mentah ke luar negeri.

"Selama ini kita sering hanya berpikir bahwa Indonesia memproduksi, menggali, kemudian mengirimkan hasilnya. Padahal, yang lebih penting adalah bagaimana melakukan hilirisasi dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri," kata Hatta dalam sosialisasi MediaMIND 2026 oleh INALUM di USU Medan, Kamis, 3 September 2026.

Menurut Hatta, pengembangan industri hilir membuka peluang besar untuk mengoptimalkan berbagai komoditas mineral strategis Indonesia. Selain meningkatkan nilai ekonomi, hilirisasi juga dapat menciptakan lapangan kerja dan memperkuat kapasitas industri nasional.

Ia mengatakan, pengembangan ekosistem hilirisasi terintegrasi juga terus dilakukan MIND ID melalui sejumlah perusahaan anggota grup, seperti ANTAM, Bukit Asam, INALUM, dan TIMAH.

Sementara, pengelolaan komoditas mineral strategis, mulai dari nikel, aluminium, bauksit, timah hingga emas, terus dikembangkan untuk memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

"Pengelolaan komoditas seperti nikel, aluminium, bauksit, timah, hingga emas terus dikembangkan agar menghasilkan manfaat ekonomi yang semakin besar. Sekaligus terhubung dengan agenda pembangunan dan kedaulatan ekonomi," ujarnya.

Hatta menambahkan, keberhasilan hilirisasi juga membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas. Generasi muda, khususnya mahasiswa, dinilai memiliki peran penting dalam menghadirkan gagasan dan perspektif baru terkait pengelolaan kekayaan alam Indonesia.

Hal itu sejalan dengan pelaksanaan kompetisi MediaMIND 2026 yang mengangkat tema "Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri". Melalui kompetisi tersebut, mahasiswa didorong untuk menggali gagasan mengenai pengelolaan SDA, hilirisasi, serta kontribusi industri mineral terhadap kedaulatan ekonomi Indonesia.

"Suatu saat, para anak muda Indonesia akan menggantikan para pemimpin hari ini. Karena itu, dari sekarang harus mulai berpikir dan memberikan gagasan," ujar Hatta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....