Operasional Kereta Cepat Whoosh Tetap Aman dari Abu Vulkanik

  • 07 Sep 2026 23:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT KCIC memastikan seluruh operasional Whoosh koridor Jakarta–Bandung berjalan aman di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau.
  • Tim teknis mengintensifkan pemantauan sarana serta prasarana sepanjang 142,3 kilometer lintasan secara berkala.
  • Manajemen mengimbau penumpang mengenakan masker dan kacamata saat berada di area terbuka stasiun.

RRI.CO.ID, Jakarta - Seluruh perjalanan Kereta Cepat Whoosh beroperasi aman di tengah sebaran abu vulkanik. Erupsi Gunung Anak Krakatau belum memicu gangguan perjalanan armada pada koridor jalur Jakarta hingga Bandung.

Pengelola merilis data operasional harian guna memastikan kelancaran sarana transportasi tersebut pada Senin, 7 September 2026. Petugas mengoperasikan KA Konfirmasi dari kedua arah sebelum pemberangkatan penumpang awal untuk memantau kondisi visual.

Pusat Kendali Operasi atau Operation Control Center (OCC) mencatat seluruh prasarana vital berfungsi sangat normal. Komponen jaringan listrik aliran atas atau Overhead Catenary System (OCS) bersama persinyalan tetap bekerja baik.

Sistem otomatisasi akan menerbitkan notifikasi pengamanan apabila mendeteksi gangguan parameter abnormal di area perlintasan. Kecepatan laju kereta cepat dapat berkurang secara mandiri demi menjaga aspek keselamatan seluruh penumpang.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menyatakan peningkatan pemantauan dilakukan pada kondisi operasional armada. Pengawasan berlapis tersebut melibatkan unit operasi, keselamatan, serta pengelolaan sarana dan prasarana transportasi masal.

“Berdasarkan hasil pemantauan hingga saat ini, seluruh sarana dan prasarana Whoosh berfungsi normal dan tidak ditemukan kendala yang mengganggu perjalanan. Whoosh tetap beroperasi dengan aman dan normal dengan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama,” ujar Eva.

Laporan para masinis menunjukkan jarak pandang di sepanjang jalur perlintasan masih berada pada batas normal. Rangkaian kereta dibekali pembersih kaca otomatis berfasilitas semprotan air untuk menjaga visibilitas tajam pengemudi.

Pengawasan intensif dilakukan sepanjang jalur rel kereta cepat yang membentang sejauh 142,3 kilometer tersebut. Infrastruktur terdiri atas 82,7 kilometer struktur layang serta 42,78 kilometer jalur berada di atas tanah.

Jalur lintasan transportasi massal tersebut melintasi 13 terowongan dengan total panjang mencapai 16,82 kilometer. Pemeriksaan difokuskan pada area terbuka yang memiliki potensi tinggi terpapar oleh material abu vulkanik.

Tim teknis memeriksa kelayakan penyaring udara rangkaian kereta api serta kamera pemantau perangkat pantograf. Pemeriksaan prasarana meliputi komponen isolasi, gardu listrik, peralatan persinyalan, serta sistem mekanisme seluruh wesel.

Manager Corporate Communication KCIC Emir Monti mengimbau para calon penumpang untuk senantiasa menjaga kesehatan. Perusahaan menjalankan Volcanic Ash Risk Assessment berdasarkan rujukan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Penumpang diimbau menggunakan masker dan kacamata, terutama saat berada di area terbuka stasiun, serta menjaga kondisi kesehatan. Penumpang juga diminta mengikuti arahan petugas dan memantau informasi terkini melalui Contact Center serta media sosial resmi Whoosh,” kata Emir Monti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....