KAI Layani 40,3 Juta Pelanggan dengan Bahan Bakar B50
- 07 Sep 2026 02:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia melayani 40.379.062 pelanggan dengan konsumsi 172.228.585 liter bahan bakar minyak.
- KAI mengimplementasikan penggunaan biodiesel B50 pada operasional kereta api berbahan bakar diesel sejak 1 Juli 2026.
- Penggunaan energi terbarukan dan program efisiensi operasional KAI berhasil menekan emisi karbon secara berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia melayani 40.379.062 pelanggan kereta jarak jauh serta kereta lokal. Perusahaan milik negara ini menghabiskan 172.228.585 liter bahan bakar minyak guna menunjang operasional armada.
Rata-rata konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) operasional tersebut mencapai sekitar 4,27 liter setiap pelanggan. Manajemen KAI menerapkan penggunaan bahan bakar campuran biodiesel B50 pada seluruh operasional kereta diesel.
KAI merilis data efisiensi energi operasional transportasi massal berbasis rel pada Minggu, 6 September 2026. Penerapan B50 sudah berlangsung sejak 1 Juli 2026 untuk mendukung pengurangan emisi karbon secara nasional.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memberikan keterangan resmi mengenai langkah efisiensi energi tersebut. Penggunaan B50 selama 55 hari pertama berhasil mengurangi emisi karbon sekitar 9.000 ton CO₂e.
“Kereta api memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. KAI terus melakukan berbagai inovasi operasional agar layanan semakin efisien, termasuk melalui pemanfaatan bahan bakar yang mendukung pengurangan emisi,” ujar Anne.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan penurunan emisi nasional sebesar 44,46 juta ton. Program B50 menjadi bagian strategi pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan energi berbasis sumber daya domestik.
Konsumsi energi KAI pada 2025 tercatat mengalami penurunan sebesar 15,39 persen dibanding tahun sebelumnya. Penggunaan energi perusahaan tersebut berkurang dari 11.945.467 GJ menjadi 10.107.302 GJ sepanjang tahun lalu.
Capaian efisiensi operasional tersebut juga diikuti oleh penurunan intensitas energi per pelanggan sebesar 22 persen. KAI memasang 113 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada 92 lokasi fasilitas operasional.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya turut menegaskan komitmen keberlanjutan perusahaan tersebut. Total kapasitas PLTS mencapai 4.430,65 kWp untuk menekan emisi 5.000 ton CO₂ per tahun.
“KAI terus memperkuat inovasi melalui efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, dan peningkatan kualitas operasional. Langkah ini dilakukan agar layanan kereta api semakin berkualitas sekaligus mendukung perjalanan masyarakat secara berkelanjutan,” kata Wisnu Pramudya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....