KAI Catat Pertumbuhan 140 Juta Pelanggan dan Pacu Ekspansi Layanan

  • 04 Sep 2026 22:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia mencatatkan peningkatan pelanggan hingga 140 juta orang dalam kurun sepuluh tahun terakhir.
  • Perseroan mempercepat integrasi stasiun dan standardisasi susunan rangkaian 12 kereta untuk meningkatkan kapasitas layanan angkut.
  • Manajemen KAI mulai menjajaki pembangunan jalur rel kereta api baru untuk menghubungkan Canggu dan bandara di Bali.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia mencatatkan pertumbuhan pelanggan melampaui 140 juta orang dalam sepuluh tahun terakhir. BUMN ini langsung memacu ekspansi layanan jaringan transportasi massal demi merespons lonjakan mobilitas masyarakat perkotaan.

Manajemen memaparkan arah kebijakan pengembangan sarana transportasi tersebut di Stasiun BNI City Jakarta pada Jumat, 4 September 2026. Peningkatan kapasitas angkut menjadi kebutuhan utama seiring pemulihan pergerakan penumpang yang melesat sangat cepat.

VP Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan evaluasi perkembangan jumlah penumpang moda perkeretaapian nasional. Kenaikan volume pengguna Kereta Rel Listrik bahkan telah menembus ratusan juta orang sepanjang tahun ini.

"Ini adalah pertumbuhan pelanggan kita selama 10 tahun itu meningkat lebih dari 140 juta. Bagaimana sebenarnya pelanggan kita meningkat, frekuensi kita juga ada peningkatan, tetapi masih kurang nih, terutama di Green Line ya," kata Anne Purba.

Anne menegaskan bahwa penanganan sektor angkutan perkotaan harus terencana secara matang untuk jangka panjang. Kepadatan jalur kawasan suburban membutuhkan penataan stasiun transit secara berkala dan berkesinambungan bagi masyarakat.

"Kita melihat pertumbuhan pelanggan kita untuk yang urban atau angkutan dalam kota ini harus kita tangani dengan baik 10, 20 tahun ke depan. Enggak bisa setelah kita memperbaiki tahun ini empat stasiun, bisa saja tahun berikutnya kita akan terus mana lagi stasiun yang sangat urgent yang perlu kita perbaiki," ujar Anne.

Ia menjelaskan alasan utama di balik pelaksanaan langkah integrasi antarstasiun di kawasan ibu kota Jakarta. Penyatuan peron stasiun bertujuan memperluas area ruang tunggu penumpang agar seluruh perjalanan berlangsung lebih tertib.

"Nah, kenapa sih integrasi Stasiun Karet dan Sudirman Baru? Itu tadi yang saya sampaikan, Teman-teman, bahwa kita melihat kebutuhan ya, pertumbuhan volume pelanggan ini, ini harus didukung dengan prasarana dan infrastruktur yang baik," ucap Anne.

Anne menambahkan bahwa pengoperasian moda transportasi perkeretaapian akan terus disesuaikan dengan skema investasi prasarana. Perusahaan terus memperpanjang fasilitas peron stasiun agar mampu menampung susunan rangkaian kereta lebih panjang.

"Karena nanti baik yang investasi yang diarahkan oleh Pak Prabowo dan investasi kami yang kami sudah buat sampai saat ini, kereta KRL tidak ada lagi di luar 12. Sehingga stasiun-stasiun kami harus bisa melayani 12 kereta," katanya.

Seorang penumpang KRL bernama Adi menuturkan pandangannya terkait kondisi kepadatan fasilitas stasiun transit perkotaan. Para pengguna moda transportasi publik berharap manajemen segera menuntaskan percepatan pembenahan kapasitas ruang transit.

"Stasiun Sudirman Baru dan Stasiun Sudirman sendiri semakin padat seperti malam ini. Apalagi di jam-jam berangkt dan pulang kerja. Sekarang saja, Jumat banyak yang WFH, lumayan padat," ucap Adi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....