KAI Sepakati Rencana Pengembangan Kereta Api Bersama Pemprov Bali

  • 01 Sep 2026 22:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia menandatangani kesepakatan bersama Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung untuk menyiapkan pengembangan perkeretaapian.
  • Kerja sama ini mencakup penyusunan kajian kelayakan, Detail Engineering Design (DED), integrasi antarmoda, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
  • Pertumbuhan ekonomi Bali sebesar 5,78% dan tingginya mobilitas wisatawan menjadi dasar utama perencanaan sistem transportasi publik berbasis rel.

RRI.CO.ID, Denpasar - PT Kereta Api Indonesia menyepakati rencana pengembangan perkeretaapian bersama Pemerintah Provinsi Bali serta Pemerintah Kabupaten Badung. Penandatanganan kerja sama transportasi berbasis rel tersebut berlangsung secara resmi pada Selasa, 1 September 2026.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menandatangani dokumen strategis itu bersama Gubernur Bali Wayan Koster. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa turut menyepakati kajian awal rencana pembangunan jaringan kereta.

Jumlah penumpang penerbangan internasional yang berangkat dari Bali mencapai 650.838 orang selama Juni 2026. Sementara itu, keberangkatan penumpang penerbangan domestik dari daerah Provinsi Bali tercatat sebanyak 329.891 orang.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menilai sektor pariwisata membutuhkan sistem transportasi publik yang lebih memadai. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat pertumbuhan ekonomi daerah tumbuh 5,78% pada Triwulan II-2026.

“Perkembangan ekonomi dan aktivitas pariwisata Bali perlu diikuti dengan perencanaan transportasi yang mampu menjawab kebutuhan mobilitas ke depan. Melalui kesepakatan ini, kami bersama pemerintah daerah mulai mempelajari bagaimana perkeretaapian dapat menjadi bagian dari pengembangan sistem transportasi Bali,” ujar Bobby.

Bobby menegaskan bahwa integrasi antarmoda transportasi sangat penting untuk mendukung kelancaran pergerakan para wisatawan. Perekonomian Provinsi Bali mencatatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Rp89,27 triliun.

“Bali memiliki karakter mobilitas dan pengembangan wilayah yang khas. Karena itu, kebutuhan, potensi, integrasi antarmoda, hingga kelayakan pengembangan perkeretaapian perlu dipelajari secara menyeluruh agar rencana yang disiapkan memiliki dasar yang kuat dan sesuai dengan kebutuhan daerah,” kata Bobby.

Kedatangan wisatawan mancanegara secara langsung ke Bali pada Juni 2026 mencapai 605.013 kunjungan wisatawan. Sektor penyediaan akomodasi serta makan minum menjadi penyumbang PDRB terbesar dengan porsi mencapai 21,91%.

VP Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung seluruh tahapan pengkajian. Ruang lingkup kerja sama mencakup penyusunan kajian kelayakan serta Detail Engineering Design (DED) perkeretaapian.

“KAI siap membawa pengalaman dan kompetensi perkeretaapian dalam proses kajian bersama. Setiap tahap akan disiapkan secara cermat, prudent, dan sesuai regulasi agar rencana yang dihasilkan feasible serta memberikan manfaat jangka panjang bagi mobilitas masyarakat dan pengembangan wilayah Bali,” ucap Anne Purba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....