Tiga Tahun Operasi, LRT Jabodebek Layani 75,9 Juta Penumpang
- 28 Agt 2026 23:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- LRT Jabodebek melayani 75.937.674 penumpang selama tiga tahun masa operasional di kawasan perkotaan.
- Pengelola mengoperasikan teknologi kendali otomatis GoA3 dan menerapkan prinsip ramah lingkungan ATWP.
- Moda transportasi massal ini mengoptimalkan Lintas Cibubur serta Lintas Bekasi untuk mobilitas harian.
RRI.CO.ID, Jakarta - Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek telah melayani 75.937.674 pelanggan di wilayah Jakarta, Cibubur, dan Bekasi. Pencapaian mobilitas transportasi publik perkotaan tersebut berhasil terwujud dalam tiga tahun masa operasional sarana.
Jumlah pengguna moda transportasi modern berbasis rel tersebut terus mengalami peningkatan secara berkala konsisten. Layanan kereta perkotaan ini mengangkut 4.562.673 penumpang pada awal masa operasi tahun 2023 lalu.
Vice President Corporate Communication Kereta Api Indonesia (KAI) Anne Purba menyampaikan keterangan resmi perusahaan. Volume penumpang moda transportasi massal ini melonjak menjadi 21.055.870 orang sepanjang tahun 2024 silam.
“Selama tiga tahun, LRT Jabodebek telah menjadi bagian dari perjalanan masyarakat. Setiap perjalanan yang dilayani membawa aktivitas masyarakat, mulai dari bekerja, pendidikan, hingga berbagai kegiatan lainnya,” ujar Anne.
Pengelola mencatat sebanyak 28.816.787 pelanggan memanfaatkan layanan transportasi rel ini sepanjang tahun 2025 lalu. Manajemen merilis data akumulasi penumpang tersebut secara resmi pada hari Jumat, 28 Agustus 2026 ini.
Anne menegaskan bahwa armada kereta menerapkan sistem kendali otomatis modern demi menjaga keandalan operasional. Sistem Grade of Automation Level 3 (GoA3) mengendalikan sarana dengan bantuan petugas operasional kereta.
“LRT Jabodebek menjadi salah satu pencapaian transportasi nasional melalui penerapan teknologi modern karya anak bangsa yang terus dikembangkan untuk memberikan pengalaman perjalanan semakin baik bagi masyarakat,” kata Anne.
Pengelola menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) guna mengelola seluruh sumber daya operasional. Fasilitas Automatic Train Wash Plant (ATWP) mampu mengolah kembali air bekas proses pencucian sarana.
Lintas Cibubur rute Dukuh Atas menuju Harjamukti mencatatkan 113,8 juta volume aktivitas pengguna kereta. Lintas Bekasi relasi Dukuh Atas sampai Jatimulya menorehkan 119,7 juta volume pergerakan penumpang transportasi.
Executive Vice President Corporate Secretary Kereta Api Indonesia (KAI) Wisnu Pramudya turut memberikan pernyataan resmi. Stasiun Dukuh Atas membukukan 22.902.568 volume pergerakan sedangkan Stasiun Harjamukti meraih 17.626.923 pergerakan pengguna.
“Kepercayaan pelanggan menjadi bagian penting dalam perjalanan LRT Jabodebek. Kami akan terus menjaga kualitas layanan, meningkatkan keandalan perjalanan, serta menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Wisnu Pramudya.
Stasiun Kuningan mencatatkan 13.696.649 volume aktivitas sementara Stasiun Cikoko melayani 12.281.605 volume mobilitas penumpang. Stasiun Pancoran menampung 10.091.800 volume aktivitas guna memperkuat konektivitas mobilitas masyarakat perkotaan terpadu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....