Bisnis Asuransi Jiwa Kredit Dorong Premi Ciputra Life pada Semester I 2026

  • 21 Agt 2026 15:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Premi Ciputra Life tumbuh 53% pada Semester I 2026 menjadi Rp387,6 miliar, dari Rp253,2 miliar pada periode yang sama 2025.
  • Asuransi Jiwa Kredit (AJK) menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan premi Ciputra Life bersama lini Corporate Solution.
  • Laba bersih Ciputra Life 2025 mencapai Rp99,3 miliar, tumbuh 95% dibandingkan 2024.

RRI.CO.ID, Jakarta - Bisnis Asuransi Jiwa Kredit (AJK) menjadi salah satu pendorong pertumbuhan premi PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) pada Semester I 2026. Berdasarkan laporan publikasi berkala perusahaan, premi Ciputra Life hingga Semester I 2026 mencapai Rp387,6 miliar.

Angka tersebut meningkat 53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp253,2 miliar. Direktur Utama Ciputra Life, Hengky Djojosantoso, mengatakan pertumbuhan premi tersebut antara lain didukung bisnis AJK dan lini Corporate Solution.

"Memasuki 2026, kami terus meningkatkan kerja sama dengan mitra-mitra bisnis kami dan melakukan pengembangan bisnis. Pertumbuhan premi pada Semester I 2026 menunjukkan hasil yang sangat positif dengan peningkatan sebesar 53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Hengky dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.

AJK Masih Menjadi Salah Satu Bisnis Utama

Asuransi Jiwa Kredit menjadi salah satu lini bisnis utama Ciputra Life. Portofolio AJK perusahaan mencakup perlindungan kredit untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), Kredit UMKM, Kredit Multiguna (KMG), hingga Kredit Tanpa Agunan (KTA).

Pengembangan bisnis AJK dilakukan melalui kerja sama dengan lebih dari 50 mitra bisnis, baik dari sektor perbankan maupun lembaga keuangan non-bank. Selain AJK, Ciputra Life mengembangkan lini Corporate Solution.

Salah satu produk yang dikembangkan adalah solusi asuransi kesehatan kumpulan yang mulai dikembangkan sejak pertengahan 2024. Lini tersebut turut menjadi bagian dari pengembangan bisnis perusahaan pada 2026.

Hengky mengatakan pertumbuhan premi tetap akan diimbangi dengan perhatian terhadap kualitas portofolio dan profitabilitas perusahaan. "Namun demikian, kami akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kualitas portofolio dan profitabilitas," ujarnya.

Klaim dan Manfaat Capai Rp107,1 Miliar

Seiring dengan pertumbuhan bisnis, pembayaran klaim dan manfaat kepada nasabah pada Semester I 2026 juga meningkat. Ciputra Life mencatat klaim dan manfaat yang dibayarkan mencapai Rp107,1 miliar. Nilai tersebut meningkat dibandingkan Rp56,7 miliar pada periode yang sama tahun 2025.

Hengky mengatakan pemenuhan kewajiban kepada nasabah menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan dalam bisnis asuransi.

"Kepercayaan nasabah merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan bisnis asuransi. Karena itu, selain menjaga kesehatan keuangan perusahaan, kami memastikan kewajiban kepada nasabah dipenuhi sesuai dengan ketentuan polis," katanya.

Kinerja Keuangan 2025

Sementara itu, sepanjang 2025 Ciputra Life membukukan laba bersih Rp99,3 miliar berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit dan menerapkan PSAK 117. Laba tersebut tumbuh 95 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp51 miliar. Laba komprehensif juga meningkat 126 persen menjadi Rp122,3 miliar dari Rp54,2 miliar.

Pada akhir 2025, total aset perusahaan mencapai Rp1,3 triliun. Total investasi tercatat Rp1,1 triliun, sedangkan ekuitas mencapai Rp312,3 miliar.

Dari sisi solvabilitas, Risk Based Capital (RBC) Ciputra Life tercatat 315 persen pada akhir 2025. Angka tersebut berada di atas tingkat minimum yang dipersyaratkan regulator.

Ciputra Life juga telah menyelesaikan implementasi PSAK 117 mengenai Kontrak Asuransi dan menerapkannya dalam penyusunan laporan keuangan 2025. Laporan keuangan tersebut telah diaudit dengan opini wajar tanpa modifikasian, disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan dipublikasikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sepanjang 2025, Ciputra Life juga memperoleh 16 penghargaan dari berbagai institusi independen. Penghargaan tersebut mencakup aspek kinerja perusahaan, strategi investasi, manajemen risiko, kualitas layanan, reputasi, hingga kepemimpinan manajemen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....