Sebanyak 3.784 Unit Hunian Vertikal Disiapkan di Manggarai

  • 22 Agt 2026 00:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah merancang pembangunan 3.784 unit hunian vertikal dua blok di kawasan Stasiun Manggarai.
  • Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin memerinci pembagian unit serta fasilitas ritel di Blok G dan Blok F.
  • Menteri PKP Maruarar Sirait memastikan seluruh unit apartemen diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah merancang sebanyak 3.784 unit hunian vertikal modern dua blok di kawasan Stasiun Manggarai. Pengenalan model arsitektur gedung tersebut berlangsung di Jakarta Selatan pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan seluruh unit memenuhi standar kenyamanan. Inovasi rancangan gedung bertingkat tersebut menjadi solusi efektif untuk mengatasi kepadatan kawasan perkotaan Jakarta.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin memaparkan pembagian tata ruang kompleks hunian. Lantai dasar gedung akan dilengkapi area komersial pendukung untuk memenuhi kegiatan harian para penghuni.

"Konsepnya adalah akan ada lima, akan ada 3 plus 5 hunian vertikal yang terdiri dari 24 lantai dengan total 3.784 unit hunian, terdiri dari 1.276 unit di Blok G dan 2.508 unit di Blok F, serta nanti dilengkapi dengan 150 unit ritel pendukung, yaitu 72 unit di Blok G dan 78 unit di Blok F. Pengerjaan total akan memakan waktu selama 18 bulan dimulai hari ini," kata Bobby Rasyidin.

Bobby Rasyidin merinci bahwa Blok G menempati lahan seluas tujuh ribu meter persegi milik perseroan. Ia mengutamakan penyediaan tipe studio dan dua kamar tidur bagi para pekerja lajang maupun pasangan.

"Blok G nanti akan direncanakan ada tiga tower, terdiri dari: Tower A sebanyak 352 unit, Tower B sebanyak 418 unit, Tower C sebanyak 506 unit, dengan variasi unit mulai dari studio ukuran 28 meter persegi, tipe 36 dengan dua kamar tidur, tipe 45 dengan dua kamar tidur," ujar Bobby Rasyidin.

Bobby Rasyidin menerangkan bahwa pembangunan Blok F memanfaatkan lahan seluas 1,5 hektare milik perusahaan. Ia menyediakan unit tiga kamar tidur guna menampung para keluarga dengan jumlah anak banyak.

"Serta nantinya di Blok F akan direncanakan dengan lima tower yang terdiri dari: 572 unit di Tower 1, 572 unit di Tower 2-nya, 528 unit di Tower 3, 308 unit di Tower 4, serta 528 unit di Tower 5, dengan variasi tipe 36 dengan dua kamar tidur, tipe 45 dengan dua kamar tidur, serta tipe 52 dengan tiga kamar tidur," ucap Bobby Rasyidin.

Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo memuji kualitas rancangan model contoh bangunan. Hashim meyakini bahwa keunggulan mutu material bangunan mampu menaikkan nilai investasi sektor properti vertikal.

"Dan ini jangan nanti ada oknum nakal yang nanti karena pasti... pasti kita lihat nanti apalagi mutunya begitu bagus, pabrik... ini yang saya lihat mock-up bagus sekali, luar biasa. Lokasi dan mutu bagus nanti nilai tanah dan nilai apartemen akan meningkat tajam," kata Ketua Satuan Tugas Perumahan Republik Indonesia, Hashim Djojohadikusumo.

Maruarar Sirait menegaskan bahwa seluruh unit hunian hanya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ia melarang penguasaan unit secara berlebihan guna menjaga keadilan distribusi hunian bagi seluruh rakyat.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Nixon L.P. Napitupulu menyusun formula penetapan harga hunian. Nixon memastikan harga jual per unit dihitung secara presisi berdasarkan ukuran luas meter persegi.

Pejabat Teknis PKP Sri menguraikan bahwa tata ruang unit apartemen dirancang mengutamakan sirkulasi udara. Sementara, Kementerian Perhubungan akan mengintegrasikan akses pejalan kaki menuju stasiun kereta rel listrik.

Menteri PKP Maruarar Sirait optimis kehadiran ribuan unit apartemen mampu meningkatkan kualitas hidup keluarga pekerja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....