PLN Perkuat Pasokan Listrik MRT Jakarta Fase 2A dari Dua Gardu
- 21 Agt 2026 02:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Perusahaan Listrik Negara memperkuat daya listrik operasional MRT Jakarta Fase 2A melalui dua sumber pasokan utama.
- Dukungan infrastruktur kelistrikan ini ditujukan menopang keandalan fasilitas stasiun dan jalur bawah tanah lintas utara ke selatan.
- Sinergi antar badan usaha ini dipersiapkan untuk mendukung target operasional MRT Jakarta segmen Monas pada akhir 2027.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara memperkuat pasokan listrik operasional Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Fase 2A. Dukungan daya kelistrikan tersebut disalurkan dari Gardu Induk Karet Lama dan Gas Insulated Switchgear (GIS) Menteng.
Pasokan dua fasilitas baru ini melengkapi infrastruktur sistem Gardu Induk Pondok Indah serta wilayah CSW. Perusahaan BUMN ini merilis kepastian pasokan jaringan pada laporan resmi hari Kamis, 20 Agustus 2026.
Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, memberikan penjelasan mengenai pentingnya listrik. Pengadaan pengerjaan Fase 2A memiliki tujuh stasiun dengan kedalaman jalur bawah tanah mencapai 28 meter.
“Pasokan listrik merupakan salah satu faktor fundamental bagi operasional MRT Jakarta. Keandalan listrik memastikan seluruh ekosistem MRT dapat berjalan sesuai kebutuhan, mulai dari persinyalan, komunikasi, sistem pendingin stasiun, hingga fasilitas pendukung seperti eskalator dan lift. Terlebih pada Fase 2A yang seluruh jalurnya berada di bawah tanah, keandalan pasokan listrik menjadi bagian penting dalam memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna,” ujar Rendy.
Operasional secara keseluruhan menggunakan tegangan tinggi 150 kilovolt lalu diturunkan menjadi sebesar 20 kilovolt. Empat gardu listrik ini disiapkan menopang operasional lintas utara ke selatan total 20 stasiun.
Rendy menyatakan bahwa bentuk kerja sama antar lembaga ini sudah berjalan sejak pengoperasian Fase 1. Halaman resmi Community of Metros mencatat layanan moda ini siap mendukung target kota global 2030.
“Sejak Fase 1 lintas utara–selatan beroperasi tujuh tahun lalu, PLN terus mendukung kami dengan pasokan listrik yang baik. Menjelang operasional Fase 2A, kami melihat dukungan ini bukan sekadar kerja sama penyediaan listrik, tetapi kolaborasi antara BUMD dan BUMN untuk menghadirkan infrastruktur transportasi publik Jakarta yang mampu bersaing, bahkan lebih baik, dengan sistem metro di negara lain,” kata Rendy.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya Moch. Andy Adchaminoerdin menegaskan komitmen kesiapan pasokan. Penyiapan sarana infrastruktur jaringan listrik diarahkan untuk menyambut pemanfaatan segmen Monas pada akhir 2027.
“PLN siap mendukung pengembangan MRT Jakarta Fase 2A melalui pasokan listrik yang andal dan infrastruktur kelistrikan yang memadai. Kehadiran MRT bukan hanya memperkuat konektivitas masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem transportasi publik berbasis listrik yang modern dan berkelanjutan di Jakarta,” ujar Andy Adcha.
Andy Adcha menambahkan bahwa sinergi kedua badan usaha bertujuan untuk meningkatkan mutu layanan publik. Keseluruhan penguatan sistem penunjang energi kelistrikan ditujukan demi menjamin aspek kenyamanan seluruh pengguna jasa.
“Listrik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari operasional transportasi modern. Karena itu, kami memastikan dukungan kelistrikan dipersiapkan dengan baik agar MRT Jakarta dapat memberikan layanan yang aman, nyaman, dan dapat diandalkan bagi masyarakat,” ujar Andy Adcha.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....