Pasokan Energi Dinilai Jadi Prioritas Pertamina Pascagempa NTT

  • 19 Agt 2026 16:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) menetapkan ketersediaan energi sebagai prioritas utama dalam penanganan pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
  • Pasokan BBM dan LPG dinilai penting untuk memastikan kelancaran distribusi logistik, pangan, air bersih, dan layanan publik di wilayah terdampak.
  • Ketua FKBI Tulus Abadi menekankan bahwa BBM sangat vital untuk mendukung transportasi dan operasional tanggap darurat bencana secara menyeluruh.

RRI.CO.ID, Jakarta - Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) menilai ketersediaan energi harus menjadi prioritas dalam penanganan pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pasokan BBM dan LPG dinilai penting untuk memastikan distribusi logistik serta aktivitas masyarakat tetap berjalan.

Ketua FKBI Tulus Abadi menilai pasokan BBM sangat vital dalam penanganan tanggap darurat bencana. BBM diperlukan untuk mendukung transportasi, distribusi pangan, air bersih, serta kelancaran layanan publik di wilayah terdampak.

“Langkah cepat Pertamina dalam situasi tanggap darurat di NTT sangat mendesak dan memang diperlukan. BBM adalah komoditas yang sangat vital,” kata Tulus Abadi dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.

Menurut Tulus, gangguan pasokan energi berpotensi menghambat distribusi berbagai kebutuhan masyarakat. Kondisi tersebut semakin krusial ketika pasokan listrik terganggu dan warga membutuhkan genset untuk memenuhi kebutuhan listrik.

Tulus meminta Pertamina memastikan wilayah terdampak gempa menjadi prioritas dalam pengamanan distribusi BBM dan LPG. Ia juga mendorong penggunaan berbagai moda transportasi, termasuk jalur laut dan udara, apabila akses darat mengalami kendala.

“Daerah yang terdampak gempa harus menjadi prioritas dalam pengamanan pasokan energi. Jangan sampai terjadi kelangkaan BBM karena kebutuhan energi justru meningkat pada situasi darurat,” ujarnya.

Tulus menilai keberlanjutan pasokan energi berpengaruh langsung terhadap percepatan pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak. Menurutnya, kelancaran energi menjadi faktor penting dalam memulihkan aktivitas masyarakat pascabencana.

“BBM dibutuhkan untuk kendaraan masyarakat, transportasi logistik, hingga pembangkit listrik. Begitu juga LPG yang menjadi kebutuhan sehari-hari rumah tangga,” ujarnya.

Sebelumnya, Pertamina memastikan distribusi energi tetap berjalan meski sejumlah jalur transportasi di wilayah terdampak mengalami gangguan. Pertamina menyiapkan jalur distribusi alternatif dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait.

Selain menjaga pasokan energi, Pertamina Group turut menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur. Bantuan meliputi tenda, obat-obatan, makanan, serta berbagai kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat bencana.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan tim Pertamina telah berada di wilayah terdampak gempa. Tim memantau kebutuhan masyarakat sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga selama masa penanganan bencana berlangsung.

“Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa makanan. Tetapi juga berbagai kebutuhan dasar yang dibutuhkan masyarakat,” kata Kitty.

Kitty menambahkan, Fuel Terminal Reo sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat terdampak di wilayah sekitar. Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi selama masa penanganan bencana.

Selain itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan Pertamina terus mengupayakan distribusi energi meski akses transportasi terganggu di sejumlah wilayah. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran pasokan energi bagi masyarakat terdampak gempa.

“Upaya pemulihan SPBU di Flores, NTT terus dilakukan. Di mana 35 dari 52 SPBU kini kembali beroperasi,” kata Baron.

Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga, lanjut Baron, memperkuat distribusi BBM dan LPG melalui alih suplai serta transportasi laut. Langkah tersebut dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keandalan pasokan energi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....