KAI dan KCIC Edukasi 81 Anak Panti Asuhan lewat EduTrain
- 18 Agt 2026 23:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia menggelar program EduTrain untuk memberikan akses edukasi teknologi perkeretaapian kepada anak-anak panti asuhan.
- Kegiatan EduTrain melibatkan 81 anak panti asuhan beserta sembilan pendamping melalui rute perjalanan Jakarta dan Bandung.
- Program edukasi transportasi modern ini diselenggarakan dalam rangka menyambut peringatan ulang tahun ke-81 Kemerdekaan RI dan KAI.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia merangkul 81 anak panti asuhan dalam program EduTrain Jakarta Bandung. Kegiatan perjalanan edukatif tersebut diselenggarakan bersama PT Kereta Cepat Indonesia China dalam dua tahap.
Perusahaan BUMN tersebut merilis data kegiatan peringatan ulang tahun ke-81 pada Selasa, 18 Agustus 2026. Setiap panti asuhan mengirimkan 27 anak serta tiga pendamping untuk mengikuti seluruh alur kegiatan.
Direktur Keuangan dan Umum KAI Indarto Pamoengkas menjelaskan tujuan utama dari penyelenggaraan program edukasi. Seluruh peserta diajak menikmati perjalanan dengan moda KA Feeder dan Whoosh pada rute tersebut.
“Teknologi yang dimiliki perusahaan akan memberi nilai yang semakin luas ketika pengetahuan di baliknya dapat dibagikan. Melalui EduTrain, kami ingin anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang membuka rasa ingin tahu dan memperluas pandangan mereka terhadap masa depan,” ujar Indarto.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menerangkan konsep rancangan dari perjalanan EduTrain tersebut. Para peserta mendapatkan materi pengenalan mengenai operasional perjalanan kereta, fasilitas stasiun, hingga aspek keselamatan.
“Kami ingin membuka akses pengetahuan melalui perjalanan. Anak-anak dapat melihat bagaimana teknologi, layanan, dan keselamatan bekerja dalam ekosistem perkeretaapian,” kata Anne.
Anne menambahkan bahwa kegiatan interaktif di dalam kereta api dirancang untuk mempermudah proses belajar. Acara tersebut diisi dengan kelas inspiratif, sesi berbagi bersama jajaran manajemen, serta permainan edukatif.
“Ketika mereka melihat, mencoba, dan bertanya langsung, teknologi menjadi lebih mudah dipahami dan dapat memantik rasa ingin tahu,” ucap Anne.
Ia menyampaikan harapan agar pengalaman ini mampu menumbuhkan keberanian anak dalam merancang masa depan. Program edukasi perkeretaapian ini turut membuka wawasan mengenai berbagai macam profesi dalam ekosistem transportasi.
“Kami ingin mereka pulang membawa pengalaman, pengetahuan baru, dan keberanian untuk memiliki cita-cita yang lebih luas,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....