Pelanggan KAI Group Tembus 307,86 Juta Orang hingga Juli 2026

  • 16 Agt 2026 01:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia melayani 307.860.743 pelanggan sepanjang periode Januari hingga Juli 2026.
  • KAI mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya di 92 lokasi untuk mendukung efisiensi energi.
  • Perusahaan berhasil mengurangi konsumsi air sebesar 22,16% pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) melayani 307.860.743 pelanggan sepanjang periode Januari hingga Juli 2026. Capaian tersebut mengalami peningkatan sebesar 8,32% dari posisi 284.202.884 penumpang pada periode tahun sebelumnya.

Satu rangkaian kereta secara ilustratif dapat menggantikan sekitar 160 mobil atau 560 unit sepeda motor. Perjalanan kereta penumpang tercatat menghasilkan sekitar 41 gram CO₂ per penumpang untuk setiap kilometer.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan laporan resmi tersebut pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Perusahaan telah mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) pada 92 lokasi hingga akhir 2025.

“Yang dibutuhkan masyarakat pada akhirnya sederhana, yakni perjalanan yang mudah dan nyaman. Ketika satu rangkaian dapat membawa banyak orang dalam satu waktu, manfaatnya ikut terasa pada penggunaan ruang dan energi yang lebih efisien,” ujar Anne.

Anne menyebutkan target penurunan emisi operasional KAI disiapkan dapat mencapai angka 166.873 ton CO₂e pada 2030. Pengembangan seluruh fasilitas tersebut saat ini menghasilkan total kapasitas energi listrik sebesar 4.430,65 kWp.

“Semakin tinggi kebutuhan perjalanan, semakin penting menghadirkan moda yang mampu membawa banyak orang secara efisien. Di situlah transportasi publik memiliki ruang yang semakin besar dalam mendukung mobilitas masyarakat,” kata Anne.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menyampaikan komitmen keberlanjutan layanan transportasi milik negara. Penggunaan air perusahaan pada 2025 berhasil berkurang sebesar 22,16% dari tahun 2024 menjadi 716,30 megaliter.

“Kereta api akan terus mengambil peran dalam menghadirkan perjalanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat hari ini, sekaligus lebih siap menghadapi kebutuhan mobilitas pada masa mendatang,” kata Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.

Pengelolaan sumber daya tersebut juga memanfaatkan penggunaan biodiesel serta fasilitas pendukung pengurangan limbah plastik sekali pakai. KAI mencatat pola pergerakan penumpang akan terus berkembang seiring dengan pertumbuhan kota serta aktivitas ekonomi nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....