KAI Siapkan 1.232 Hunian Terjangkau di Kawasan TOD Manggarai
- 15 Agt 2026 23:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia membangun 1.232 unit hunian terjangkau di kawasan Transit-Oriented Development Manggarai.
- Proyek tahap awal di Blok F dan G ini dijadwalkan melaksanakan peletakan batu pertama pada Jumat, 21 Agustus 2026.
- KAI menyusun Master Plan pengembangan kawasan terintegrasi ini bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia menyiapkan 1.232 unit hunian terjangkau di kawasan berorientasi transit Manggarai. Proyek hunian tersebut dibangun pada lahan seluas 2,19 hektare di Blok F dan Blok G.
Pembangunan tahap awal lokasi tersebut mencakup 3.740 unit hunian serta 150 unit ruang usaha ritel. Pelaksanaan peletakan batu pertama proyek perumahan itu dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan pengembangan Manggarai mendekatkan hunian warga dengan moda transportasi publik. Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo dijadwalkan hadir dalam acara peletakan batu pertama kawasan tersebut.
“Kota akan bekerja lebih baik ketika masyarakat dapat tinggal lebih dekat dengan transportasi publik dan pusat aktivitasnya. Manggarai memberi kesempatan kepada KAI untuk membangun kawasan dengan pendekatan itu. Kami ingin perjalanan masyarakat menjadi lebih ringkas, biaya mobilitas semakin efisien, dan akses terhadap kota semakin terbuka,” ujar Bobby.
Bobby menjelaskan bahwa stasiun tersebut melayani sekitar 162 ribu pergerakan pelanggan pada setiap harinya. Area stasiun tersebut juga menampung sekitar 700 hingga 750 perjalanan kereta api tiap harinya.
“KAI ingin membangun kemampuan pengembangan TOD dengan standar yang semakin tinggi. Kami belajar dari praktik terbaik berbagai kota dunia, tetapi kebutuhan masyarakat Indonesia tetap menjadi titik berangkatnya. Keberhasilan Manggarai nanti akan diukur dari seberapa nyaman kawasan ini digunakan untuk tinggal, bekerja, berpindah moda, dan menjalani aktivitas sehari-hari,” kata Bobby.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan perincian mengenai luas area pengembangan proyek tersebut. Perusahaan mencatat jumlah pelanggan Kereta Rel Listrik (KRL) stasiun mencapai 2.716.932 orang hingga Juni 2026.
“Komposisi hunian di Blok F dan G dirancang agar berbagai kelompok masyarakat dapat berada dalam satu kawasan yang dekat dengan transportasi publik. Sebanyak 1.232 unit berada pada segmen MBR dan MBM. Ini menjadi bagian penting dari rencana Manggarai sebagai kawasan dengan fungsi hunian, transportasi, ruang publik, dan kegiatan ekonomi yang saling terhubung,” ucap Anne.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya memaparkan keunggulan lokasi Blok F dan G. Pengelola merilis data rencana tersebut melalui siaran pers resmi pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
“Blok F dan G menjadi titik awal karena lokasinya dekat dengan Stasiun Manggarai dan berada pada lahan KAI. Setelah tahap awal berjalan, pengembangan kawasan akan dilanjutkan secara bertahap. Arahnya adalah membuat Manggarai semakin mudah diakses, nyaman untuk berjalan kaki, terhubung antarmoda, serta memiliki pilihan hunian yang dekat dengan perjalanan sehari-hari masyarakat,” katanya.
Pengembang mengalokasikan area Blok F seluas 15.014 meter persegi dan Blok G seluas 6.925 meter persegi. Tipe hunian mencakup studio 28 meter persegi, tipe 36, serta tipe 45 dua kamar tidur.
Rencana pengembangan kawasan berorientasi transit tersebut secara keseluruhan mencakup total area seluas 129 hektare. Perusahaan kini menyusun Master Plan serta Panduan Rancang Kota bersama pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....