KAI Group Layani 307,86 Juta Pelanggan hingga Juli 2026

  • 14 Agt 2026 00:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • KAI Group melayani sebanyak 307.860.743 pelanggan sepanjang periode Januari hingga Juli 2026.
  • KAI Commuter menjadi kontributor volume penumpang terbesar dengan melayani sebanyak 242.932.764 pengguna.
  • LRT Jabodebek mencatatkan pertumbuhan tertinggi secara persentase sebesar 20,96 persen dibandingkan periode tahun lalu.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Group mengangkut sebanyak 307.860.743 pelanggan sepanjang periode Januari sampai Juli 2026. Jumlah muatan penumpang tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 8,32 persen dibandingkan dengan catatan pada periode serupa tahun sebelumnya.

Perusahaan perkeretaapian nasional tersebut merilis laporan volume angkutan pada hari Kamis, 13 Agustus 2026 di Jakarta. Pertumbuhan positif ini terjadi berkat penguatan konektivitas kereta antarkota maupun moda transportasi komuter yang terintegrasi.

Pernyataan mengenai perkembangan konektivitas perkeretaapian ini disampaikan Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba. Layanan KA Jarak Jauh dan Lokal KAI mencatat 35.257.646 pelanggan atau meningkat sebesar 7,63 persen pada tahun ini.

“Setiap layanan memiliki fungsi yang saling melengkapi. Ketika perjalanan antarkota terhubung dengan transportasi perkotaan, bandara, layanan regional, perjalanan premium dan kereta cepat, masyarakat memiliki semakin banyak pilihan untuk menyusun perjalanan sesuai kebutuhannya. Konektivitas ini yang terus diperkuat KAI Group,” ujar Anne.

Layanan KAI Commuter menjadi penopang terbesar yang mengangkut 242.932.764 pelanggan selama tujuh bulan pertama tahun 2026. Jumlah pengguna moda transportasi tersebut tumbuh sebesar 6,65 persen dibandingkan dengan pencapaian pada periode sebelumnya.

Sementara itu, layanan LRT Jabodebek mencatatkan pertumbuhan penumpang sebesar 20,96 persen menjadi sebanyak 19.079.347 orang. Moda transportasi modern ini menghubungkan wilayah Jakarta dengan kawasan penyangga menggunakan sistem kendali otomatis.

KAI Wisata juga membukukan kenaikan jumlah penumpang hingga mencapai 188.860 orang sepanjang tujuh bulan. Konektivitas di Sulawesi melalui KA Makassar-Parepare turut meningkat sebesar 13,62 persen dengan melayani 206.651 pelanggan.

Layanan KAI Bandara mencatat kenaikan jumlah penumpang sebesar 0,20 persen menjadi total sebanyak 4.073.492 orang. Di Sumatra Selatan, LRT Sumsel melayani 2.604.587 pelanggan yang menghubungkan bandara menuju kawasan perkotaan.

Whoosh yang dikelola PT KCIC melayani 3.517.396 pelanggan selama periode laporan. Pencapaian angka tersebut menunjukkan kenaikan tipis sebesar 0,01 persen dibandingkan dengan realisasi pada tahun sebelumnya.

Ia menerangkan bahwa keberagaman layanan dalam ekosistem transportasi milik perusahaan akan terus saling melengkapi. Integrasi antarmoda dirancang untuk memudahkan pergerakan masyarakat dari wilayah penyangga menuju pusat perkotaan nasional.

Dampak kemudahan konektivitas bagi kehidupan sosial masyarakat turut dipertegas oleh Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya. LRT Sumsel saat ini beroperasi pada lintas dengan 13 stasiun yang menghubungkan bandara hingga DJKA.

“Semakin terhubung layanan transportasi publik, semakin besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Perjalanan menjadi lebih mudah, akses menuju pusat ekonomi dan berbagai wilayah semakin terbuka, serta aktivitas sosial dan ekonomi dapat berlangsung dengan konektivitas yang lebih baik,” kata Wisnu Pramudya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....