Kemendag Batasi Impor guna Lindungi Konsumen Digital Nasional

  • 13 Agt 2026 23:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Perdagangan memperketat masuknya komoditas asing guna melindungi pasar digital nasional.
  • Shopee Indonesia menghadirkan program promosi digital khusus untuk memperluas jangkauan pelaku usaha lokal.
  • Pemerintah Indonesia mengupayakan kesepakatan pembebasan tarif bea masuk bagi produk kriya dalam negeri.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperketat impor barang konsumsi guna melindungi seluruh kepentingan transaksi konsumen digital nasional. Pembatasan komoditas asing tersebut diatur berdasarkan kapasitas produksi nyata dari para pelaku usaha lokal.

Langkah strategis ini disampaikan dalam peluncuran Program Akselerasi Produk Lokal di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Kegiatan peluncuran ini dilaksanakan pada hari Kamis, 13 Agustus 2026.

Menteri Perdagangan Budi Santoso memaparkan secara rinci mengenai mekanisme pengaturan izin masuk komoditas asing. Langkah pengetatan tersebut bertujuan meminimalkan ketergantungan pasar domestik terhadap masuknya barang konsumsi dari luar.

"Kalau impor kan ada tiga kebijakan ya. Kebijakannya impor itu ada yang bebas, kemudian, impor yang dilarang. Dilarang itu berarti memang tidak boleh diimpor. Kemudian, ada yang diatur," katanya.

"Impor yang diatur ini ketika dia impor harus mendapatkan, apa namanya? Rekomendasi lah ya, rekomendasi dari kementerian teknis."

"Kalau produksi dalam negeri semakin banyak kita gunakan, itu bisa menekan untuk produk impor. Jadi Bapak Ibu tidak bersaing dengan produk-produk impor kalau memang produk Ibu berdaya saing tinggi."

Budi menjelaskan bahwa jajaran kementeriannya rutin menyeleksi produk lokal unggulan untuk dipromosikan secara langsung. Pihak swasta juga turut menyelaraskan program promosi mandiri mereka dengan kurasi komoditas unggulan pemerintah.

"Kita itu ada namanya program atau di ruang, di ruang tamu saya itu selalu saya pajang produk lokal ya. Setiap 3 bulan sekali diganti. Dan itu diseleksi. Yang namanya, namanya Program Pilihan Busan. Nanti produk-produk itu setiap tahun diikutkan di program Trade Expo," kata Budi.

Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang memaparkan program promosi digital mandiri. Festival promosi digital tersebut sengaja dirancang demi mendorong minat belanja masyarakat terhadap barang lokal.

"Mengingat ini juga bulan Kemerdekaan, Pak, menghitung hari, Shopee juga menghadirkan '17-8 Festival Pilih Lokal'. Kampanye ini mudah-mudahan bisa membantu memperluas jangkauan produk dan para pelaku usaha di dalam negeri," ujar Balques Manisang.

Budi menyatakan bahwa para pembeli mancanegara didatangkan secara langsung dalam kegiatan pameran ekspor tahunan. Penyelenggaraan pameran berskala global tersebut terbukti berhasil membuka berbagai peluang kemitraan usaha mikro baru.

"Tahun lalu buyer dari luar negeri yang datang itu 8.045, ya karena kita mempunyai perwakilan, kita ada Duta Besar yang kita minta tolong untuk mencarikan buyer untuk datang di Trade Expo. Dan transaksi dagangnya itu mencapai 22,8 miliiar US Dollar," kata Budi.

Pemilik Madu Azzura dan Zenita Fikri menceritakan kisah suksesnya dalam memanfaatkan aplikasi belanja digital. Pengusaha tersebut secara proaktif terus memproduksi varian komoditas herbal guna merespons kebutuhan pasar domestik.

"Kita jualan di marketplace, tapi emang yang growing di Shopee, makanya kita dipanggil kan di sini," ujar Fikri.

Pelaku usaha fesyen ramah lingkungan, Syalia, membagikan strategi suksesnya dalam menjaring mitra bisnis global. Kerja sama internasional tersebut dilindungi melalui kesepakatan dagang resmi guna menguntungkan posisi industri lokal.

"Kalau untuk ke Eropa kita B2B, Pak. Ada cari buyernya lewat pameran biasanya," ucap Syalia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....