PTPL Pasok 3.400 Ton Kimia EOR untuk Sumur Minyak Riau

  • 13 Agt 2026 02:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Pertamina Lubricants menyuplai 3.400 metrik ton cairan kimia surfaktan untuk mendukung produksi sumur minyak di Minas.
  • Production Unit Jakarta mengelola kapasitas blending otomatis guna menjamin kestabilan pasokan pelumas industri serta ekspor.
  • Kolaborasi strategis BUMN berhasil menekan ketergantungan bahan kimia impor sekaligus menghemat devisa negara Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Pertamina Lubricants menyuplai 3.400 metrik ton cairan kimia surfaktan ke lapangan minyak Minas. Pasokan cairan kimia EOR tersebut bertujuan untuk mendongkrak produksi sumur tua di Provinsi Riau.

Fasilitas Production Unit Jakarta mengolah seluruh rantai pasok pengadaan bahan pembuatan formula surfaktan tersebut. Sistem pencampuran otomatis modern menjaga presisi formulasi cairan kimia penguras minyak bumi secara konsisten.

Para awak media melakukan peninjauan fasilitas pabrik Jakarta pada hari Selasa, 12 Agustus 2026. Sinergi strategis BUMN ini melibatkan PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Manager Production Unit Jakarta Dody Arief Aditya memaparkan awal mula pengerjaan proyek inovasi tersebut. Produk surfaktan PHR 24 sengaja didesain untuk menurunkan tegangan permukaan cairan minyak di perut bumi.

"Kami mulai kerja sama 2024 dalam hal apa? Tim PHR datang ke kita mengembangkan formula. Jadi dari formula yang dikembangkan teman-teman PHR ini, kami realisasikan menjadi produk PHR 24," kata Dody.

Pengapalan perdana bahan kimia surfaktan sebesar 250 metrik ton telah dikirim menuju wilayah Balam. Metode injeksi cairan kimia tersebut sangat penting untuk mengangkat sisa minyak bumi pada bebatuan.

Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants Rika Gresia Wahyudi menjelaskan bentuk kolaborasi penyediaan cairan kimia. Penggunaan bahan kimia produksi dalam negeri berpotensi memberikan penghematan devisa negara dalam jumlah besar.

"Nah, pakai chemical inilah, nah dari PT Pertamina Lubricants inilah yang bekerja sama dengan PHR, kita suplai chemical-nya ini, yang namanya PHR 24 MB," ujar Rika.

Kebutuhan oli nasional saat ini dilaporkan telah mencapai angka sekitar 1,23 miliar liter per tahun. Fasilitas manufaktur Production Unit Jakarta memiliki empat unit pabrik guna mendukung pasokan pelumas nasional.

Kapasitas Lube Oil Blending Plant (LOBP) milik perusahaan tercatat mencapai sebesar 270.000 kiloliter per tahun. Jaringan pemasaran nasional didukung oleh tujuh Sales Region serta 134 distributor di berbagai wilayah.

Ia menegaskan pentingnya peran strategis fasilitas pabrik Jakarta dalam memenuhi kebutuhan pelumas industri nasional. Distribusi produk pelumas dari fasilitas Jakarta saat ini telah berhasil menjangkau 16 negara ekspor.

"Production Unit Jakarta memiliki peran penting dalam memastikan pemenuhan kebutuhan pelumas masyarakat dan industri. Di saat yang sama, fasilitas ini juga menjadi bagian dari upaya kami memperkuat daya saing produk Pertamina Lubricants di pasar internasional," ucap Rika.

Ia menambahkan bahwa kapasitas produksi besar harus didukung proses manufaktur secara konsisten dan terukur. Penerapan sistem keselamatan operasional dilaksanakan secara ketat mulai dari penerimaan bahan baku hingga distribusi.

"Karena itu, kami terus mengoptimalkan teknologi dan fasilitas produksi agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan kualitas yang terjaga," kata Rika.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....