Pertamina Lubricants Catat Volume Ekspor Pelumas 11.000 KL
- 13 Agt 2026 00:03 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Pertamina Lubricants mencatatkan volume ekspor produk pelumas sebesar 11.000 kiloliter per tahun.
- Perseroan mengoperasikan unit produksi khusus di Jakarta dan Thailand untuk mendukung pemasaran pelumas internasional.
- Perusahaan terus memperluas ekspansi pasar ekspor pelumas hingga menjangkau kawasan Afrika.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Pertamina Lubricants mencatatkan porsi volume ekspor produk pelumas sebesar tiga persen dari total penjualan perusahaan. Capaian penjualan internasional tersebut setara dengan pengiriman 11.000 kiloliter (KL) pelumas otomotif setiap tahunnya ke luar negeri.
Anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini memperluas jangkauan bisnis global untuk memperkuat daya saing. Jurnalis media massa meninjau langsung fasilitas Production Unit Jakarta di kawasan Koja pada Selasa, 12 Agustus 2026.
Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants Rika Gresia Wahyudi menjelaskan tantangan industri pelumas otomotif dalam persaingan. Bisnis pelumas harus menghadapi pasar terbuka tanpa regulasi harga dari pemerintah tidak seperti sektor minyak bakar.
"Pertamina itu punya bisnis yang enggak sekedar itu aja. Salah satunya adalah lubricants atau pelumas atau oli," kata Rika.
Rika memaparkan bahwa manajemen terus memperkuat standar kualitas mutu produk untuk menembus pasar ekspor belasan negara. Standar mutu tinggi menjadi modal utama perusahaan dalam menjaga keberlanjutan proses pengapalan internasional ke berbagai benua.
"Kalau volumenya secara keseluruhan, kalau untuk ekspor memang masih sekitar tiga persen dari keseluruhan penjualan dari produk pelumas Pertamina," ujar Rika.
Manager Production Unit Jakarta Dody Arief Aditya menjelaskan efisiensi operasional pabrik mini khusus untuk produk ekspor. Unit produksi skala kecil dirakit untuk kebutuhan penyesuaian kemasan spesifik internasional dengan biaya lebih ekonomis.
"Nah dari sini langsung kelihatan ya, kalau yang di LUBP utama kita itu kapasitasnya 270 juta liter atau 270.000 KL, maka yang di sini hanya 3.000 KL. Nah kenapa kok kecil banget? Ya, karena plant ini sebenarnya difokuskan untuk mensupport produk-produk yang kita ekspor," ucap Dody.
Dody memaparkan keputusan berani perseroan dalam memiliki unit produksi pelumas sendiri di luar negeri. Keberadaan fasilitas produksi internasional tersebut diharapkan mampu mempercepat jalur distribusi pemasaran produk pelumas regional.
"Nah, satu lagi kita itu punya Production Unit Thailand. Jadi di Ayutthaya, kurang lebih 3 jam dari Bangkok, itu kita, ini bukan bangun pabrik baru sih sebenarnya, tapi kita akuisisi di tahun 2015 dari pabrik lokal yang ada di Thailand. Ya kapasitasnya mungkin paling kecil se-ini, yaitu 60.000 KL totalnya," kata Dody.
Ia menegaskan kesiapan perseroan dalam menjajaki berbagai peluang ekspansi pasar baru di benua lainnya. Kawasan Afrika menjadi salah satu target destinasi pengiriman produk pelumas terbaru yang berhasil ditembus perusahaan.
"Apakah kita ada rencana? Iya. Tentunya semua pasar kita jajakin," ujar Rika.
Jaminan pasokan bahan baku dari kilang domestik membantu mengamankan proses manufaktur dari dampak geopolitik. Manajemen optimis dukungan bahan baku lokal mampu memperkuat posisi persaingan produk di pasar internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....