Stasiun Manggarai Menjadi Titik Pertemuan Mobilitas Perkotaan
- 11 Agt 2026 00:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Stasiun Manggarai memperkuat peran kawasan sebagai pusat pertemuan mobilitas perkotaan di Jakarta.
- PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatatkan ratusan ribu pergerakan harian yang ditopang berbagai integrasi layanan moda.
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung pengembangan integrasi transportasi publik menuju kawasan berorientasi transit.
RRI.CO.ID, Jakarta - Stasiun Manggarai memperkuat peran kawasan sebagai titik pertemuan mobilitas perkotaan melalui 162 ribu pergerakan pelanggan harian. Aktivitas transportasi publik tersebut disokong penuh oleh 700 hingga 750 perjalanan kereta api setiap harinya.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) memandang kawasan ini memiliki posisi strategis antarmoda transportasi. Perusahaan milik negara ini menyampaikan laporan resmi perkembangan konektivitas kawasan pada Senin, 10 Agustus 2026.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memberikan penjelasan mengenai kemudahan perpindahan antarlayanan bagi masyarakat. Penguatan akses menuju kawasan stasiun ini menjadi fokus utama dalam efisiensi perjalanan moda transportasi publik.
“Manggarai berada pada posisi yang sangat strategis dalam perjalanan masyarakat Jakarta dan wilayah aglomerasi. Fokus ke depan adalah bagaimana perpindahan antarlayanan dapat semakin mudah, perjalanan lebih efisien, dan akses menuju kawasan di sekitar stasiun semakin baik,” ujar Anne.
Pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) tercatat sebanyak 5.142.739 pelanggan pada 2023 dan 5.575.711 orang pada 2024. Volume tersebut berada pada 5.456.309 pelanggan pada 2025 dan 2.716.932 orang sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Layanan Commuter Line Bandara secara keseluruhan melayani 1.970.531 pelanggan pada 2023 dan 2.242.536 orang pada 2024. Jumlah tersebut mencapai 2.346.934 pelanggan pada 2025 serta 230.314 pengguna di Manggarai hingga Juni 2026.
Penguatan konektivitas berpotensi meningkat melalui pengembangan Lintas Rel Terpadu (LRT) Jakarta Fase 1B Velodrome menuju Manggarai. Lintas sepanjang 6,4 kilometer ini memiliki lima stasiun berdasarkan informasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan pentingnya kemudahan perpindahan antarmoda bagi masyarakat perkotaan. Pemprov DKI Jakarta telah meninjau kesiapan operasional lintas transportasi tersebut pada bulan Juli 2026.
“Semakin mudah masyarakat berpindah dari satu moda ke moda lainnya, semakin besar manfaat transportasi publik bagi kota. Manggarai memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi kawasan yang lebih terhubung, mudah diakses, dan dekat dengan aktivitas masyarakat,” kata Wisnu.
Kawasan Manggarai diarahkan mempertemukan KRL Commuter Line, Commuter Line Bandara, TransJakarta, Terminal Manggarai, serta LRT. Penguatan konektivitas antarmoda ini disiapkan menuju konsep Transit Oriented Development (TOD) serta regenerasi perkotaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....