Program Pertamina Naikkan Penghasilan Warga Batam Rp68,45 Juta

  • 09 Agt 2026 23:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Program Kampung Bahari Si Pelaut meningkatkan pendapatan warga Kampung Tua Terih hingga Rp68,45 juta.
  • Kelompok masyarakat Kampung Tua Terih mengolah hasil laut menjadi enam produk unggulan hingga diekspor ke luar negeri.
  • Pertamina Patra Niaga mendukung pelestarian lingkungan pesisir Batam melalui pengelolaan sampah dan penanaman mangrove.

RRI.CO.ID, Batam - Program Kampung Bahari Si Pelaut berhasil meningkatkan pendapatan warga Kampung Tua Terih hingga Rp68,45 juta. Capaian lonjakan penghasilan masyarakat pesisir tersebut tercatat mengalami kenaikan rata-rata sebesar 40 persen per anggota.

Pertamina Patra Niaga merilis data pemberdayaan ekonomi lokal itu pada hari Minggu, 9 Agustus 2026. Aktivitas pembinaan nelayan serta kelompok perempuan kawasan Batam tersebut sebelumnya bernilai awal Rp27,56 juta.

Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga Sabar Yudo Suroso meninjau langsung perkembangan program pada Rabu, 5 Agustus. Manajemen perusahaan menyerahkan bantuan 1.000 bibit ikan kakap dan 500 bibit ikan nila kepada warga.

"Apa yang dikembangkan di sini menunjukkan bahwa dukungan yang diberikan dapat dimanfaatkan menjadi kegiatan produktif, sarana edukasi, sekaligus produk yang memiliki nilai tambah. Potensinya sangat baik dan perlu terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas," kata Sabar.

Ketua Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Sukses Bersama Dian mengapresiasi pendampingan berkelanjutan bagi UMKM. Kelompok usaha binaan ini telah berhasil memproduksi serta memasarkan enam olahan pangan hingga mancanegara.

"Dulu kami hanya UMKM kecil. Setelah mendapat pendampingan, kami dibekali pengetahuan tentang produksi yang higienis, manajemen keuangan, branding, dan pemasaran digital. Dari awalnya hanya satu atau dua produk, sekarang kami memiliki enam produk unggulan. Pendapatan anggota kelompok juga bertambah dan membantu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari," ujar Dian.

Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Terihindo Jaya Lestari Seno menjelaskan manfaat inovasi teknologi perikanan. Penerapan metode terintegrasi memangkas masa pemeliharaan ikan dari 240 hari menjadi sekitar 120 hari.

"Dengan adanya pembinaan, kami dapat membudidayakan ikan hingga ratusan bahkan ribuan ekor. Saat panen, pembeli datang langsung ke kampung dan ikut membeli hasil tangkapan masyarakat lainnya. Jadi, manfaatnya tidak hanya dirasakan kelompok, tetapi juga warga Kampung Teri. Kami berharap Pertamina Patra Niaga terus membimbing para nelayan agar kampung ini semakin berkembang," ujar Seno.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menegaskan komitmen pemberdayaan potensi lokal masyarakat. Program kawasan bahari tersebut juga berhasil mengelola hingga sebanyak 35,24 ton sampah setiap tahunnya.

"Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus mengembangkan program pemberdayaan yang berangkat dari potensi lokal di sekitar wilayah operasi perusahaan. Kami harap pendampingan yang dilakukan dapat menciptakan manfaat yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat," ucap Kitty.

Upaya pelestarian lingkungan ini tercatat mampu mengurangi emisi karbon hingga 113,5 ton CO₂-ekivalen per tahun. Kawasan pesisir daerah Batam tersebut turut mendapat rehabilitasi melalui penanaman sebanyak 1.000 bibit mangrove.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....