Sebanyak 12.957 Pelamar Ikuti Seleksi 748 Petugas Perlintasan KAI

  • 07 Agt 2026 23:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia membuka seleksi rekrutmen Penjaga Jalan Lintasan tahap pertama yang diikuti oleh 12.957 pelamar.
  • KAI memetakan sebanyak 3.888 titik perlintasan sebidang di seluruh kawasan operasional perjalanan kereta api.
  • Perusahaan mencatat angka kecelakaan di perlintasan sebidang mengalami penurunan sebesar sebelas persen hingga akhir Juli 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak 12.957 pelamar yang mengikuti rekrutmen 748 Penjaga Jalan Lintasan (PJL). Para calon petugas tersebut akan memperkuat 2.126 personel yang saat ini sudah berjaga di lapangan.

Perusahaan BUMN ini merilis data pendaftaran tersebut pada hari Jumat, 7 Agustus 2026 di Jakarta. Proses rekrutmen tahap pertama itu bertujuan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta di wilayah operasional.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memberikan keterangan resmi mengenai proses seleksi petugas terbaru. Pemetaan internal perusahaan mencatat keberadaan 3.888 titik perlintasan sebidang pada seluruh wilayah operasional kereta.

“Sebanyak 12.957 pelamar mengikuti proses rekrutmen untuk kebutuhan 748 PJL pada tahap pertama. Proses seleksi masih berjalan. Bagi KAI, setiap petugas yang nantinya bertugas memegang tanggung jawab penting karena berada langsung pada titik pertemuan antara perjalanan kereta api dan aktivitas masyarakat,” ujar Anne.

Ia menjelaskan bahwa sebanyak 2.112 titik perlintasan sebidang saat ini sudah memiliki status dijaga. Sementara itu, sebanyak 1.776 titik perlintasan sebidang lainnya masih berstatus tidak dijaga oleh petugas.

“PJL bekerja bergantian. Ketika satu petugas menyelesaikan jam tugasnya, petugas pada shift berikutnya melanjutkan penjagaan. Karena itu, satu titik dapat membutuhkan beberapa petugas agar fungsi keselamatan tetap berjalan selama waktu pelayanan perlintasan,” kata Anne.

Anne kemudian menerangkan rincian status perlintasan resmi maupun perlintasan liar di seluruh kawasan operasional. Data internal mencatat sebanyak 2.799 titik perlintasan resmi serta 1.089 lokasi berkategori sebagai liar.

“Target 172 perlintasan prioritas telah kami selesaikan dan penanganan terus dilanjutkan. Ketika hasil evaluasi menunjukkan sebuah titik memiliki risiko keselamatan dan tersedia alternatif akses yang lebih aman, KAI bersama pemerintah, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait akan melanjutkan penataannya,” ujar Anne.

Ia juga menambahkan informasi mengenai proses penanganan perlintasan yang dilakukan secara bertahap di lapangan. Perusahaan juga sudah memetakan 564 perpotongan tidak sebidang berupa jalur bawah tanah maupun layang.

“Setiap lokasi memiliki karakter yang berbeda. Ada titik yang perlu diperkuat penjagaannya, ada yang membutuhkan penataan akses, dan ada yang perlu ditutup. Keputusan dilakukan berdasarkan evaluasi lapangan agar keselamatan meningkat sekaligus kebutuhan akses masyarakat tetap diperhatikan,” kata Anne.

Dia kemudian menyampaikan perkembangan angka kecelakaan kereta sampai dengan tanggal 31 Juli 2026 kemarin. Angka kecelakaan perlintasan sebidang mencatatkan 151 peristiwa atau turun sebelas persen dari tahun 2025.

“KAI memperkuat petugas, menata perlintasan, dan melanjutkan penutupan titik berisiko. Namun data 87 persen menunjukkan bahwa disiplin pengguna jalan tetap sangat menentukan. Ketika terdapat peringatan atau kereta api akan melintas, pengguna jalan wajib berhenti dan mendahulukan perjalanan kereta api,” ujar Anne.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya turut mengimbau kedisiplinan seluruh pengguna jalan. Tindakan nekat menerobos pintu perlintasan kereta menyebabkan 132 kejadian kecelakaan pada seluruh wilayah operasional.

“PJL menjalankan tugas untuk membantu menjaga keselamatan di perlintasan, KAI bersama pemerintah terus menata titik-titik berisiko, dan masyarakat memiliki peran besar melalui kedisiplinan. Berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, pastikan aman, lalu melintas. Kami ingin setiap perjalanan berakhir dengan selamat dan setiap orang dapat kembali kepada keluarganya,” kata Wisnu Pramudya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....