Angkutan Perkebunan KAI Naik 18 Persen Capai 374.098 Ton
- 05 Agt 2026 01:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia mengangkut 374.098 ton komoditas perkebunan selama periode Januari hingga Juli 2026.
- Pemerintah menerapkan Program Mandatori Biodiesel B50 untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.
- KAI menggunakan bahan bakar B50 secara bertahap pada lokomotif dan kereta pembangkit untuk mendukung hilirisasi sawit.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat volume angkutan perkebunan sebanyak 374.098 ton sepanjang tujuh bulan. Capaian operasional tersebut mengalami kenaikan sebesar 18,00 persen jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.
Pertambahan volume komoditas tersebut secara keseluruhan mencapai 57.072 ton hingga akhir Juli tahun ini. KAI merilis data peningkatan kinerja angkutan barang tersebut di Jakarta pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Pencapaian khusus pada Juli 2026 tercatat sebesar 51.741 ton atau tumbuh sebanyak 24,52 persen. Kenaikan bulanan tersebut menghasilkan tambahan volume muatan barang sebesar 10.190 ton dari tahun sebelumnya.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan bahwa komoditas utama angkutan berupa minyak sawit. Layanan pengangkutan Crude Palm Oil (CPO) menjaga kelancaran distribusi menuju fasilitas pengolahan secara terukur.
“Peningkatan sebesar 18 persen menunjukkan kebutuhan terhadap layanan logistik perkebunan berbasis kereta api semakin kuat. KAI menjaga kelancaran distribusi CPO sebagai bahan baku berbagai industri, termasuk industri bioenergi yang kini memiliki peran strategis dalam kebijakan ketahanan energi nasional,” ujar Anne.
Komoditas CPO diproses menjadi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebagai komponen biodiesel campuran solar. Pemerintah menerapkan Program Mandatori Biodiesel B50 dengan komposisi 50 persen biodiesel sejak 1 Juli 2026.
Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program energi tersebut pada tanggal 9 Juli 2026. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan kebutuhan biodiesel nasional hingga 18 juta kiloliter.
Program B50 diproyeksikan menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun serta menyerap 2,1 juta pekerja. Implementasi energi terbarukan tersebut juga berpotensi menurunkan emisi karbon dioksida sebesar 44,46 juta ton.
Anne menyampaikan bahwa peningkatan kebutuhan bahan baku minyak sawit memperluas pasar domestik sektor perkebunan. KAI berperan penting menjaga rantai distribusi bahan baku dari wilayah produksi menuju fasilitas pengolahan.
“Peningkatan kebutuhan CPO untuk biodiesel memperluas pasar domestik bagi sektor perkebunan. Dalam rantai pasok tersebut, kereta api berperan menjaga distribusi bahan baku dari wilayah produksi menuju industri pengolahan secara aman, efisien, dan berkelanjutan,” kata Anne.
Laporan United States Department of Agriculture (USDA) memproyeksikan produksi minyak sawit dunia 81,44 juta ton. Indonesia diproyeksikan menghasilkan 47,5 juta ton atau menyumbang 58,3 persen dari total produksi global.
Ia menjelaskan penggunaan B50 secara bertahap pada sarana diesel telah dimulai sejak 1 Juli 2026. Penerapan bahan bakar tersebut mencakup lokomotif serta kereta pembangkit setelah melalui pengujian performa mesin.
“KAI memiliki peran pada dua bagian penting dalam ekosistem B50. Melalui layanan angkutan perkebunan, KAI membantu kelancaran distribusi komoditas sawit. Pada kegiatan operasional, KAI menggunakan B50 secara bertahap pada lokomotif dan kereta pembangkit dengan tetap mengutamakan keselamatan serta keandalan sarana,” ucap Anne.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan komitmen perusahaan memperkuat kapasitas layanan. Penguatan tersebut meliputi kesiapan sarana, fasilitas bongkar muat, hingga koordinasi bersama para pemangku kepentingan.
“Kereta api menghubungkan kegiatan produksi, pengolahan, dan kebutuhan energi nasional. Pertumbuhan volume angkutan perkebunan menjadi peluang untuk memperkuat peran logistik perkeretaapian dalam mendukung hilirisasi sawit serta kemandirian energi Indonesia,” kata Wisnu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....