Bisnis Otomotif dan Jasa Keuangan Topang Kinerja Astra pada Semester I 2026
- 04 Agt 2026 23:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Astra International mencatat pertumbuhan signifikan pada dua sektor utama yaitu otomotif dan jasa keuangan selama semester I 2026.
- Laba bersih sektor otomotif mencapai Rp5,9 triliun dengan pertumbuhan 9 persen year-on-year, menjadi kontributor utama perusahaan.
- Sektor jasa keuangan meningkat 6 persen menjadi Rp4,6 triliun, sementara bisnis solusi pertambangan dan alat berat mengalami penurunan kontribusi.
RRI.CO.ID – PT Astra International mencatat pertumbuhan dua sektor usaha utama, yakni otomotif dan jasa keuangan, sepanjang semester I 2026. Kinerja tersebut menjadi penopang perusahaan di tengah penurunan kontribusi bisnis solusi pertambangan dan alat berat.
Laba bersih sektor otomotif tercatat sebesar Rp5,9 triliun atau naik 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, laba bersih sektor jasa keuangan meningkat 6 persen menjadi Rp4,6 triliun.
Presiden Direktur PT Astra International Rudy mengatakan pertumbuhan kedua sektor tersebut menunjukkan ketahanan bisnis Grup Astra. "Pada semester pertama 2026, Grup mencatat peningkatan kontribusi dari bisnis otomotif dan jasa keuangan," ujar Rudy dalam keterangan tertulis yang dikutip, Selasa 4 Agustus 2026.
"Namun, penurunan kontribusi dari bisnis solusi pertambangan dan alat berat mengakibatkan penurunan laba bersih Grup secara keseluruhan," kata Rudy menambahkan. Secara konsolidasi, Astra membukukan pendapatan bersih sebesar Rp157,9 triliun pada semester I 2026.
Angka itu turun 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp162,9 triliun. Laba bersih tanpa memperhitungkan pos nonberulang tercatat Rp14,9 triliun.
Turun 7 persen dibandingkan Rp16 triliun pada semester I 2025. Setelah memperhitungkan pos nonberulang sebesar Rp2,4 triliun, laba bersih perusahaan menjadi Rp12,5 triliun.
Untuk kinerja sektor otomotif didorong peningkatan penjualan mobil dan kontribusi positif dari lini bisnis komponen. Penjualan mobil nasional selama semester-I 2026 mencapai 437 ribu unit atau meningkat 16 persen dibandingkan periode tahun lalu.
Sementara itu, penjualan mobil Astra tumbuh 10 persen dengan pangsa pasar tetap berada di angka 51 persen. Toyota dan Daihatsu juga mempertahankan posisi sebagai merek kendaraan dengan penjualan tertinggi di Indonesia.
Pada segmen kendaraan roda dua, penjualan sepeda motor nasional meningkat 1 persen menjadi 3,1 juta unit. Penjualan sepeda motor Honda juga tumbuh 1 persen dengan pangsa pasar sebesar 77 persen.
Kontribusi laba bersih divisi komponen meningkat 23 persen menjadi Rp921 miliar. Kenaikan tersebut didukung pertumbuhan kinerja di seluruh segmen usaha.
Bisnis mobilitas turut mencatat hasil positif. Penjualan mobil bekas meningkat 4 persen menjadi 15.700 unit, sedangkan jumlah kendaraan dalam kontrak bertambah 13 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....