PLN Latih 250 Siswa SMA Terkait Teknologi Energi Terbarukan
- 04 Agt 2026 02:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT PLN bersama Institut Teknologi PLN memberikan pelatihan energi terbarukan kepada 250 siswa sekolah menengah atas.
- Program edukasi ini membekali peserta dengan materi Pembangkit Listrik Tenaga Surya serta pengolahan sampah menjadi energi.
- PLN memberikan bantuan fasilitas unit PLTS dan alat pendukung pengurai sampah organik demi keberlanjutan program pembelajaran.
RRI.CO.ID, Jakarta - Lebih dari 250 siswa dari tujuh sekolah menengah atas mengikuti pelatihan teknologi energi terbarukan. PT PLN bersama Institut Teknologi PLN menyelenggarakan program edukasi pada Juli hingga Agustus 2026.
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini bertujuan menyiapkan sumber daya manusia unggul. BUMN tersebut melaporkan pencapaian target Net Zero Emission (NZE) melalui penguatan literasi sejak dini Senin, 3 Agustus 2026.
Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN Nurlely Aman menyampaikan pentingnya peran pemuda Indonesia. Para peserta pelatihan tersebut merupakan para siswa pilihan dari kelas XI dan kelas XII.
"Akselerasi transisi energi memerlukan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa. Melalui edukasi ini, PLN ingin membekali para siswa dengan wawasan praktis mengenai pemanfaatan energi ramah lingkungan di sekitar kita," kata Nurlely.
Wakil Rektor IV IT PLN Bidang Kerja Sama Ahsin Sidqi menegaskan dukungan seluruh lapisan masyarakat. Materi pembelajaran mencakup pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan pengolahan sampah menjadi energi bersih.
"Kami berharap transisi energi didukung oleh semua lapisan masyarakat, termasuk generasi muda. Hari pertama, kita ajarkan tentang bagaimana energi surya yang melimpah dan bisa dibuat menggantikan energi fosil yang sudah sangat terbatas. Hari kedua adalah WTE, bagaimana sampah-sampah menjadi masalah di berbagai kota akan menjadi solusi ketika dijadikan energi. Kita ajak semua lapisan masyarakat. Kuncinya adalah kemandirian energi dan kedaulatan energi," ujar Ahsin.
Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Mayjen TNI Muhammad Imam Gogor mengapresiasi pelaksanaan program edukasi energi. Pelatihan tersebut dilaksanakan pada tujuh sekolah menengah atas yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
“Kami berterima kasih atas program yang telah diinisiasi oleh PLN dan IT PLN dalam rangka pelatihan untuk para siswa dan para pamong untuk pembangkit listrik tenaga surya dan WTE. Kami berharap program ini betul-betul memberikan dampak yang positif bagi para pamong, dan khususnya para siswa yang nantinya akan menjadi calon-calon pemimpin bangsa. Sehingga nanti mereka bisa berinovasi menjadi pemimpin yang mengetahui kebutuhan masyarakat. Khususnya, bagaimana memanfaatkan sampah untuk bisa menjadi energi terbarukan,” ucap Imam.
Rangkaian program tersebut meliputi In Class Training, Praktikum Project, Check Point, dan penyusunan laporan. Seluruh peserta kegiatan akan menerima bantuan berupa materi pelatihan, pendampingan teknis, serta sertifikat resmi.
PLN menyalurkan bantuan unit PLTS serta peralatan pembiakan Black Soldier Fly (BSF) pengurai sampah. Pihak penyelenggara turut memberikan alat press khusus pembuatan lilin aromaterapi dari bahan dasar maggot.
Sekolah penerima manfaat mengintegrasikan materi pelatihan ke dalam kegiatan pembelajaran di luar kurikulum reguler. PLN berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan edukasi energi terbarukan pada berbagai institusi pendidikan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....