Business Matching Chili Catat Potensi Transaksi Rp1,87 Miliar

  • 03 Agt 2026 13:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Perdagangan menyelenggarakan tiga penjajakan bisnis di Cili pada Juni 2026 dengan dukungan ITPC Santiago dan Fungsi Ekonomi KBRI Santiago.
  • Potensi transaksi dari penjajakan bisnis tersebut mencapai USD104.000 atau setara dengan Rp1,87 miliar untuk produk kopi, CPO, dan popok.
  • Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi mencatat antusiasme tinggi dari pasar Cili terhadap produk-produk Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui ITPC Santiago dan Fungsi Ekonomi KBRI Santiago menggelar tiga penjajakan bisnis pada Juni 2026. Kegiatan tersebut mencatat potensi transaksi sebesar USD104.000 atau sekitar Rp1,87 miliar.

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, potensi transaksi berasal dari rencana pembelian kopi, CPO, popok. Ia mengapresiasi antusiasme pasar Cili terhadap produk-produk Indonesia.

Lebih lanjut, Puntodewi menilai business matching menjadi salah satu strategi mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan pembeli luar negeri. Menurutnya, pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perlu memanfaatkan kegiatan tersebut untuk membuka peluang ekspor.

"Business matching menjadi salah satu strategi penting mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan pembeli potensial luar negeri. Kami terus mendorong pelaku usaha untuk mengikuti business matching dan menjadi eksportir,” ujar Puntodewi dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.

Hal yang sama disampaikan Wakil Kepala Indonesia Trade Promotion Center Santiago Tesa Listva Kusumawardani. Ia menjelaskan tiga business matching dilaksanakan daring pada 23-30 Juni 2026.

Tesa mengatakan potensi transaksi terbesar berasal dari minyak kelapa sawit beserta turunannya antara PT SMART Tbk dan Grupo MTG. Selain itu, Tesa menyebut produk Kopiko antara PT Mayora Indah Tbk dan Daerim Chili menghasilkan potensi transaksi USD28.000.

Sementara itu, produk popok dewasa OTO antara PT Rejeki Putra Putri Eliman E-Cibo SpA mencatat potensi transaksi USD30.000. Lebih lanjut, Tesa mengatakan rencana pembelian awal dari masing-masing buyer akan menjadi tahap evaluasi sebelum peningkatan volume pembelian.

"Rencana pembelian awal dari masing-masing buyer menjadi tahap evaluasi terhadap kualitas produk, harga, kapasitas pasok, serta respons pasar. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar sebelum buyer meningkatkan volume pembelian pada tahap berikutnya,” kata Tesa.

Selain itu, Tesa mengungkapkan minat buyer Cili terhadap produk Indonesia terus meningkat mencakup makanan olahan dan personal care. Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan semakin terbukanya peluang diversifikasi ekspor Indonesia ke Chili.

Tesa menambahkan ITPC Santiago akan mengawal komunikasi antara eksportir Indonesia dan buyer di Chili untuk mempercepat realisasi transaksi. Ia juga mengatakan TEI 2026 dan INALAC 2026 memperluas peluang ekspor produk Indonesia ke Chili bersama pelaku usaha.

International Business Manager PT SMART Tbk Prudence Hardipura berharap fasilitasi ITPC Santiago dan KBRI Santiago membuka peluang ekspor. Ia juga berharap kemitraan dengan Grupo MTG memperluas pasar minyak kelapa sawit Indonesia ke Amerika Latin melalui jaringannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....