KAI Perkuat Mobilitas Kawasan Aglomerasi di Berbagai Daerah
- 02 Agt 2026 00:03 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia memperkuat konektivitas mobilitas masyarakat pada berbagai kawasan aglomerasi di Indonesia.
- Layanan KAI Commuter mencatatkan lonjakan pertumbuhan jumlah pelanggan yang signifikan di seluruh kawasan operasional.
- KAI secara konsisten mengevaluasi pola operasional dan integrasi antarmoda demi memperlancar perjalanan antarkota secara berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Mobilitas kawasan aglomerasi di berbagai daerah diperkuat PT Kereta Api Indonesia, termasuk melalui layanan 176.575.981 pelanggan Jabodetabek. Layanan moda transportasi massal berbasis rel ini melayani pergerakan antardistrik secara efektif sepanjang Semester I 2026.
Konektivitas aglomerasi Bandung Raya mencatatkan 10.106.912 pelanggan melalui KAI Commuter selama Semester I 2026. Realisasi jumlah penumpang tersebut tumbuh sebesar 9,17 persen dibandingkan periode sama pada tahun 2025.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan arah pengembangan moda transportasi aglomerasi antarkota. Informasi mengenai integrasi kawasan tersebut disampaikan secara tertulis pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026.
“Batas administrasi bukan lagi batas aktivitas masyarakat. Perjalanan untuk bekerja, belajar, berdagang, berwisata, dan mengakses layanan publik semakin terhubung antarkota dan antarkabupaten. KAI menghadirkan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas di masing-masing daerah,” ujar Anne.
Jaringan kereta komuter di wilayah Jawa Timur telah melayani sebanyak 8.528.571 pelanggan pada Semester I 2026. Volume operasional di wilayah tersebut mengalami peningkatan sebesar 8,23 persen jika dibandingkan tahun 2025.
Anne menegaskan pentingnya keterhubungan antardaerah untuk mendukung seluruh aktivitas pergerakan masyarakat secara lebih optimal. Layanan aglomerasi Jawa Timur melintasi rute Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Mojokerto, hingga Malang dan Blitar.
“Jaringan kereta api di Jawa Timur memperlihatkan bahwa kebutuhan perjalanan masyarakat tidak terkonsentrasi pada satu kota. Kereta api menghubungkan pusat pemerintahan, pendidikan, industri, perdagangan, dan pariwisata yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota,” kata Anne.
Layanan aglomerasi kawasan Yogyakarta–Solo melayani sebanyak 5.302.134 pelanggan secara komprehensif pada Semester I 2026. Konektivitas bandara di Solo Raya melalui KA BIAS mencatatkan kenaikan penumpang sebesar 24,73 persen.
Commuter Line Merak melayani 2.414.115 pelanggan untuk memperkuat mobilitas antarkota di kawasan Banten secara terjadwal. Pergerakan masyarakat di Sumatra Barat melalui KA Lembah Anai juga tumbuh hingga mencapai 162.428 orang.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menyampaikan pandangan terkait peran keberlanjutan moda kereta api. Evaluasi kapasitas rangkaian serta integrasi antarmoda terus dilakukan demi menjamin keselamatan perjalanan seluruh penumpang.
“Kereta api membantu mendekatkan kota utama dengan wilayah penyangganya. Konektivitas yang semakin baik membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk bekerja, belajar, berusaha, berwisata, dan memperoleh pelayanan publik di berbagai daerah,” kata Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....