KCIC Minta Warga Waspadai Penipuan Tiket Whoosh via WhatsApp

  • 29 Jul 2026 02:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Cepat Indonesia China meminta masyarakat mewaspadai penipuan pemesanan tiket Whoosh melalui nomor WhatsApp tidak resmi.
  • Pengelola mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan transaksi pembelian tiket melalui kanal resmi yang telah terverifikasi.
  • Korban penipuan wajib menghentikan komunikasi serta melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Whoosh Contact Center.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT KCIC meminta masyarakat mewaspadai penipuan pemesanan tiket Whoosh melalui WhatsApp. Masyarakat diimbau selalu bertransaksi menggunakan kanal resmi demi mencegah potensi kerugian finansial akibat penipuan.

Pengelola menegaskan bahwa pembayaran tiket Whoosh tidak pernah diarahkan menuju ke rekening perorangan tertentu. Pihak KCIC merilis data imbauan keamanan tersebut di Jakarta pada Selasa, 28 Juli 2026.

Layanan Whoosh Contact Center resmi hanya menggunakan satu nomor ponsel 0811-8888-111 yang terverifikasi centang biru. Nomor resmi tersebut melayani kebutuhan informasi, pengaduan, hingga pemesanan rombongan serta voucher tiket perjalanan.

Modus kejahatan bermula dari penayangan iklan media sosial yang mengarahkan korban menuju nomor tidak resmi. Pelaku penipuan memberikan jadwal perjalanan buatan, meminta data pribadi, serta menawarkan promo fasilitas palsu.

Penjualan tiket Whoosh secara sah dapat dilakukan melalui Aplikasi Whoosh dan laman web ticket.kcic.co.id. Masyarakat juga dapat membeli tiket melalui loket stasiun, Ticket Vending Machine, maupun aplikasi mitra.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengingatkan potensi penipuan yang mengatasnamakan layanan Whoosh. Mitra perbankan serta agen perjalanan daring resmi mencakup Livin’ by Mandiri, Tiket.com, hingga Traveloka.

“Berbagai informasi resmi Whoosh dapat dengan mudah disalin dan digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tidak hanya melihat logo, nama, atau jadwal yang diberikan, tetapi selalu memastikan nomor yang dihubungi dan kanal transaksi yang digunakan merupakan kanal resmi Whoosh,” ujar Eva.

Masyarakat wajib menjaga kerahasiaan data pribadi seperti kode OTP, PIN, maupun kata sandi perbankan. Warga diminta mewaspadai tautan atau dokumen mencurigakan yang dikirimkan oleh nomor telepon tak dikenal.

Manager Corporate Communication KCIC Emir Monti mengimbau penanganan cepat saat masyarakat menemukan indikasi penipuan. Pihak manajemen terus melakukan pengawasan guna mencegah penggunaan nama produk Whoosh oleh oknum tak bertanggung jawab.

“Jika menemukan indikasi penipuan, segera hentikan komunikasi dan transaksi, simpan bukti percakapan, blokir nomor tersebut, serta laporkan kepada platform terkait dan Whoosh Contact Center. KCIC terus meningkatkan edukasi dan pemantauan terhadap penyalahgunaan nama Whoosh untuk membantu melindungi masyarakat dari potensi penipuan,” kata Manager Corporate Communication KCIC Emir Monti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....