Vale Indonesia Percepat Proyek Hilirisasi Nikel di Morowali

  • 25 Jul 2026 07:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Vale Indonesia mempercepat proyek hilirisasi nikel melalui pembangunan fasilitas High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi di Morowali, Sulawesi Tengah.
  • Komponen utama autoclave telah tiba sebagai tahapan penting pembangunan, dengan target first mechanical completion pada akhir 2026.
  • Proyek hilirisasi Vale diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri baterai dan kendaraan listrik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Vale Indonesia terus mempercepat pengembangan proyek hilirisasi nikel di Morowali, Sulawesi Tengah. Percepatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat industri pengolahan mineral nasional guna mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Perusahaan yang merupakan anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID itu baru-baru ini menghadirkan komponen utama autoclave untuk pembangunan fasilitas High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi. Kehadiran komponen tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembangunan pabrik yang ditargetkan mencapai first mechanical completion pada akhir 2026.

Fasilitas HPAL Sambalagi dibangun dalam tiga jalur produksi (Line A, B, dan C) sebagai bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, proyek strategis nasional dengan nilai investasi sekitar USD2 miliar. Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas nikel sekaligus memperkuat daya saing industri hilirisasi Indonesia.

Pengamat tambang dan energi Ferdy Hasiman menilai pembangunan fasilitas HPAL kini telah menjadi kebutuhan strategis bagi perusahaan tambang nikel. Menurutnya, investasi pada teknologi pengolahan menjadi kunci agar Indonesia mampu bersaing dalam rantai pasok industri kendaraan listrik global.

"Sebagian besar belanja modal perusahaan tambang saat ini memang diarahkan untuk pembangunan HPAL karena fasilitas ini akan menjadi tulang punggung ekosistem kendaraan listrik. Sejauh ini, MIND ID melalui Vale termasuk yang paling agresif mengembangkan proyek tersebut," kata Ferdy dalam keterangannya, Sabtu, 25 Juli 2026.

Ia menambahkan, pemerintah bersama Danantara juga terus mendorong percepatan hilirisasi melalui dukungan investasi. Menurut Ferdy, pengalaman manajemen Vale dalam mengembangkan proyek HPAL menjadi salah satu faktor yang mempercepat realisasi proyek tersebut.

Selain meningkatkan nilai tambah mineral, proyek hilirisasi ini juga diharapkan menerapkan standar industri yang berkelanjutan melalui kolaborasi Indonesia, Korea Selatan, dan Tiongkok. Namun, dengan tetap memperhatikan tata kelola lingkungan rendah karbon serta aspek sosial.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan proyek yang dikembangkan Vale tidak hanya menghadirkan fasilitas industri, tetapi juga membangun ekosistem hilirisasi yang berkelanjutan.

"Proyek hilirisasi Vale menempatkan standar baru dalam kolaborasi internasional yang selaras dengan kepentingan nasional. Yakni, membangun kedaulatan sumber daya, membuka lapangan kerja, serta menciptakan nilai tambah tinggi yang mendukung agenda Net Zero Emissions," ujar Rosan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Arniwaty Lamadjido, mengapresiasi pengembangan kawasan industri yang dinilai tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Namun, juga memberikan perhatian terhadap pemberdayaan masyarakat.

Menurut dia, keterlibatan pelaku UMKM lokal serta penyediaan fasilitas publik di kawasan industri menjadi contoh pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan bagi Sulawesi Tengah.

Melalui percepatan proyek HPAL Morowali, Vale Indonesia diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri baterai dan kendaraan listrik. Sekaligus, memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di daerah penghasil nikel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....