Access by KAI Catat 17,01 Juta Transaksi di Semester I 2026
- 24 Jul 2026 02:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Aplikasi Access by KAI mencatat penjualan tiket sebanyak 17.009.374 transaksi sepanjang Semester I 2026.
- Perusahaan terus mengintegrasikan enam jenis layanan kereta api guna menyederhanakan rangkaian perjalanan pelanggan.
- Manajemen KAI memanfaatkan masukan pengguna untuk meningkatkan kegunaan serta keandalan ekosistem digital tersebut.
RRI.CO.ID, Jakarta - Aplikasi digital milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) membukukan 17.009.374 transaksi penjualan tiket. Pencapaian tersebut setara dengan 76,34 persen dari keseluruhan total transaksi pada semua kanal penjualan.
Platform digital tersebut berhasil melayani pembelian sebanyak 24.544.468 lembar tiket kereta utama dan lokal. Jumlah penjualan itu setara dengan 73,68 persen dari total volume penjualan 33.313.364 tiket kereta.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memberikan keterangan resmi terkait pencapaian kinerja aplikasi tersebut. Aplikasi satu pintu tersebut menghubungkan enam layanan kereta antarkota, lokal, Commuter Line, LRT Jabodebek, bandara, dan cepat.
“Digitalisasi kami arahkan untuk mengurangi tahapan perjalanan yang terpisah. Pelanggan memiliki kendali lebih besar sejak menentukan layanan, menyusun rencana perjalanan, membeli tiket, menyiapkan kebutuhan selama perjalanan, hingga memantau posisi kereta api,” ujar Anne.
KAI mencatat pada Kamis, 23 Juli 2026 bahwa jumlah pengguna terdaftar aplikasi tersebut terus meningkat. Total pengguna terdaftar hingga akhir Juni mencapai 30.449.049 orang setelah bertambah sebanyak 3.154.132 pengguna.
Jumlah pengguna aktif aplikasi dalam jangka waktu 30 hari terakhir menyentuh angka 9.058.935 orang. Sementara itu, total unduhan kumulatif aplikasi kereta ini sudah menembus angka sebanyak 41.011.320 unduhan.
Sebanyak 4.893.743 pengguna atau sekitar 16,07 persen dari total pelanggan terdaftar merupakan member premium. Ekosistem digital tersebut diperkuat lewat layanan Trip Planner, reservasi hotel, serta pemesanan makanan Railfood.
Pelanggan juga dapat memanfaatkan Female Seat Map dalam memilih posisi tempat duduk yang aman. Fitur Live Tracking juga tersedia untuk membantu memantau posisi perjalanan kereta api secara waktu nyata.
Anne menegaskan bahwa integrasi data perjalanan yang terhubung sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan para pelanggan. Konektivitas sistem tersebut memudahkan KAI Group dalam menyelaraskan informasi serta memperbaiki setiap tahapan layanan operasional.
“Kami ingin pelanggan merasakan perjalanan sebagai satu rangkaian pengalaman yang utuh. Pergantian jenis layanan seharusnya tetap mudah direncanakan, mudah diakses, dan informasinya dapat dipahami sejak awal,” kata Anne.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menambahkan bahwa evaluasi terus dilakukan secara berkala. Masukan langsung dari masyarakat berguna memperbaiki navigasi, keandalan fitur, kejelasan informasi, serta relevansi sistem aplikasi.
“Setiap masukan pelanggan memberikan gambaran mengenai bagian perjalanan yang perlu disempurnakan. Evaluasi tersebut menjadi dasar bagi KAI dalam mengembangkan Access by KAI agar semakin mudah digunakan dan mampu mendukung kebutuhan perjalanan yang terus berkembang,” kata Wisnu Pramudya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....