KAI Group Layani 258,99 Juta Penumpang dan 32,50 Juta Ton Barang
- 24 Jul 2026 00:01 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia berhasil mencatat kenaikan jumlah penumpang hingga mencapai 258.993.359 pelanggan.
- KAI Group mengelola beragam jenis armada perkeretaapian untuk memenuhi berbagai kebutuhan transportasi publik.
- Perusahaan meningkatkan jumlah pekerja tersertifikasi demi menjaga keandalan operasional dan keselamatan perjalanan kereta.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengangkut sebanyak 258.993.359 pelanggan sepanjang semester pertama tahun 2026. Jumlah penumpang tersebut meningkat sebesar 7,55 persen dibandingkan dengan capaian pada periode serupa tahun lalu.
Perusahaan juga mengangkut 32.498.043 ton barang melalui berbagai rute operasional di Jawa dan Sumatra. KAI Group merilis data pengangkutan tersebut secara resmi di Jakarta pada Kamis, 23 Juli 2026.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan pengelolaan keberagaman jenis teknologi perkeretaapian milik perusahaan. Teknologi tersebut meliputi lokomotif diesel hingga kereta cepat berkecepatan 350 kilometer per jam di Indonesia.
“Perbedaan teknologi tersebut dikelola melalui standar keselamatan, keandalan, kompetensi pekerja, dan disiplin operasi yang konsisten. Tujuannya sama, yaitu memastikan setiap perjalanan berlangsung aman, tepat waktu, andal, dan nyaman bagi pelanggan,” ujar Anne.
Badan usaha milik negara tersebut mengoperasikan 551 unit lokomotif untuk mendukung kelancaran seluruh perjalanan. Armada penunjang lainnya terdiri dari 2.238 unit kereta penumpang beserta 8.907 unit gerbong barang.
Anak usaha KAI Commuter melayani sebanyak 204.151.200 pelanggan Kereta Rel Listrik (KRL) pada wilayah perkotaan. Jumlah penumpang tersebut tumbuh sebesar 6,58 persen jika dibandingkan dengan capaian semester pertama 2025.
Anne menambahkan bahwa tingkat pertumbuhan volume penumpang bervariasi secara signifikan pada setiap jenis armada. Sebagai contoh layanan Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek mencatatkan kenaikan jumlah pengguna sebesar 22,84 persen.
“Pelanggan commuter memerlukan kapasitas besar dan frekuensi tinggi, pelanggan antarkota membutuhkan kenyamanan dan kepastian waktu, sedangkan layanan regional, bandara, wisata, dan kereta cepat memiliki kebutuhan operasional yang berbeda. KAI Group menyiapkan teknologi dan pola pelayanan sesuai karakter masing-masing segmen,” kata Anne.
Untuk mendukung keandalan operasional perusahaan juga meningkatkan jumlah tenaga kerja yang memiliki sertifikasi resmi. Sertifikasi tersebut mencakup sebanyak 18.297 kebutuhan pekerja pada berbagai bidang operasional sepanjang tahun ini.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan komitmen tinggi perusahaan terhadap keselamatan perjalanan. KAI menggunakan aplikasi khusus Safety Railway Information (SRI) guna memitigasi potensi bahaya secara cepat.
“Dari lokomotif diesel hingga kereta cepat, teknologinya berbeda tetapi prinsip operasinya tetap sama. Keselamatan dijaga melalui pekerja yang kompeten, fasilitas perawatan yang memadai, disiplin terhadap prosedur, serta pengawasan yang berjalan selama 24 jam,” kata Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....