PINTU Catat Kenaikan Transaksi Aset Saham AS Tertokenisasi pada Kuartal II 2026

  • 23 Jul 2026 10:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PINTU mencatat pertumbuhan aktivitas perdagangan aset saham Amerika Serikat tertokenisasi pada kuartal II 2026.
  • Jumlah trader aktif naik 18 persen, jumlah transaksi meningkat 17 persen, dan volume perdagangan bertambah 11 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
  • PINTU menegaskan akan terus memperluas pilihan aset tertokenisasi sekaligus meningkatkan edukasi agar investor memahami manfaat dan risiko investasi RWA.

RRI.CO.ID, Jakarta - Platform investasi aset kripto PT Pintu Kemana Saja (PINTU) mencatat peningkatan aktivitas perdagangan aset tertokenisasi. Khususnya, aset yang berbasis saham Amerika Serikat (US Stocks Tokenized Assets) sepanjang kuartal II 2026.

Berdasarkan data perusahaan, jumlah trader aktif pada kategori tersebut meningkat 18 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-on-quarter/QoQ). Sementara itu, jumlah transaksi naik 17 persen dan volume perdagangan bertambah 11 persen.

Presiden Direktur PINTU, Andy Putra, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya minat investor terhadap aset dunia nyata atau real world assets (RWA) yang ditokenisasi, sebagai bagian dari strategi diversifikasi investasi.

"Pertumbuhan yang merata di seluruh indikator utama pada kuartal II 2026 menunjukkan bahwa saham AS tertokenisasi semakin menjadi pilihan investor dan trader kripto di Indonesia. Kenaikan jumlah trader aktif hingga 18 persen juga mengindikasikan basis investor yang semakin meluas," kata Andy dalam keterangannya, Kamis, 23 Juli 2026.

Menurut dia, peningkatan minat paling signifikan terjadi pada instrumen berbasis 3e (ETF) yang mengikuti indeks utama pasar saham Amerika Serikat.

Token ETF Nasdaq-100 mencatat kenaikan volume perdagangan hingga 115 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan jumlah trader aktif meningkat 196 persen. Sementara, token ETF S&P 500 mencatat kenaikan volume perdagangan sebesar 74 persen dan pertumbuhan trader aktif mencapai 160 persen.

Andy menilai tren tersebut mencerminkan perubahan preferensi investor yang mulai memilih instrumen dengan diversifikasi lebih luas dibandingkan berfokus pada satu saham tertentu.

Selain ETF, sejumlah token berbasis saham perusahaan teknologi Amerika Serikat juga mencatat pertumbuhan. Token berbasis saham Apple menjadi salah satu aset dengan kenaikan volume perdagangan tertinggi, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan kuartal sebelumnya.

Adapun token berbasis saham Circle naik 60 persen, Microsoft meningkat 39 persen. Sedangkan, token berbasis komoditas perak juga tumbuh 39 persen.

Andy mengatakan, sebaran pertumbuhan pada berbagai jenis aset menunjukkan minat investor terhadap RWA tidak lagi terpusat pada satu sektor, tetapi mulai meluas ke berbagai kelas aset. Ia menegaskan bahwa PINTU akan terus memperluas pilihan aset tertokenisasi, sekaligus meningkatkan edukasi kepada pengguna agar memahami karakteristik dan risiko investasi sebelum bertransaksi.

Saat ini, PINTU menyediakan 45 aset tertokenisasi berbasis saham dan ETF Amerika Serikat yang telah tersedia di aplikasinya sejak September 2025. Pilihan tersebut mencakup saham perusahaan global seperti Apple, Microsoft, NVIDIA, Amazon, Meta, Netflix, Tesla, Alphabet, AMD, Coinbase, Circle, hingga aset komoditas seperti emas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....