Perluas Pasar Amerika Latin, Mendag Tekankan Pentingnya Ratifikasi IP-CEPA
- 17 Jul 2026 14:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia-Peru CEPA merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pasar ekspor Indonesia ke Amerika Latin dengan Peru sebagai pintu masuk ke kawasan Pacific Alliance dan CPTPP.
- Selama 2021-2025, total perdagangan bilateral Indonesia dan Peru tumbuh 5,51 persen dengan ekspor meningkat 4,60 persen, menunjukkan daya saing produk Indonesia di pasar Peru.
- Dengan berlakunya IP-CEPA, ekspor Indonesia ke Peru diproyeksikan mencapai USD 745 juta pada 2045 dan membuka peluang bagi UMKM untuk memasuki pasar Amerika Latin.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan Indonedia-Peru CEPA menjadi langkah strategis memperluas akses pasar ekspor Indonesia ke Amerika Latin. Menurutnya, Peru merupakan pintu masuk strategis bagi produk Indonesia menuju pasar Amerika Selatan.
Peru juga memberikan akses menuju kawasan Pacific Alliance. Selain itu, Peru membuka akses ke CPTPP dengan total populasi mencapai 649 juta jiwa.
"IP-CEPA merupakan kerja sama yang strategis untuk memperluas akses pasar ke kawasan Amerika Latin. Dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional, sekaligus meningkatkan ekspor nasional, peluang investasi, penyerapan tenaga kerja," ujar Budi dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.
Mendag menegaskan pemerintah merekomendasikan pengesahan IP-CEPA melalui Peraturan Presiden agar manfaat ekonomi dari perjanjian tersebut dapat segera dirasakan. Menurutnya, percepatan ratifikasi dan implementasi IP-CEPA menjadi krusial agar potensi manfaat ekonominya segera dirasakan.
"Percepatan ratifikasi dan implementasi IP-CEPA menjadi krusial. Agar potensi manfaat ekonominya segera dirasakan," kata Budi.
Mendag Budi Santoso menjelaskan kinerja perdagangan Indonesia dan Peru terus menunjukkan tren positif. Selama 2021-2025, total perdagangan bilateral Indonesia dan Peru tumbuh 5,51 persen, tren ekspor meningkat 4,60 persen.
"Selama 2021–2025, total perdagangan bilateral Indonesia dan Peru tumbuh 5,51 persen. Hal ini menunjukkan produk Indonesia telah memiliki daya saing di pasar Peru," ucap Budi.
Menurut Mendag, struktur perdagangan Indonesia dan Peru bersifat saling melengkapi sehingga tidak menimbulkan persaingan dengan industri di Indonesia. Produk ekspor utama Indonesia ke Peru meliputi kendaraan bermotor dan suku cadang, alas kaki, serta peralatan pendingin.
Mendag mengatakan Indonesia memperoleh 7.257 pos tarif atau setara 90,68 persen dari total pos tarif Peru. Produk Indonesia yang memperoleh manfaat, kendaraan dan suku cadang, minyak dan lemak nabati, produk kulit, tekstil, pakaian jadi.
"Produk Indonesia akan memperoleh manfaat dari IP-CEPA, kendaraan, suku cadang, minyak, lemak nabati, produk kulit, tekstil, pakaian jadi. Dengan berlakunya IP-CEPA, ekspor Indonesia ke Peru diproyeksikan mencapai USD745 juta pada 2045," ujar Budi.
Mendag menambahkan pemberlakuan IP-CEPA diperkirakan memberikan manfaat bagi perekonomian Indonesia. Menurutnya, IP-CEPA juga membuka peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasuki pasar Amerika Latin.
Mendag mengatakan pemerintah akan menyesuaikan berbagai peraturan teknis, tarif bea masuk, asal barang, TKDN, peraturan turunan, sistem INSW. Langkah tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan implementasi IP-CEPA.
"Pemerintah juga akan memperkuat sosialisasi kepada pelaku usaha, meningkatkan daya saing produk nasional, memperkuat sistem karantina, perlindungan konsumen. Standar mutu, dan keamanan produk, serta insentif dan pembiayaan ekspor," kata Budi.
Selain membahas IP-CEPA, Mendag menyampaikan realisasi anggaran Kementerian Perdagangan LKPP APBN Tahun Anggaran 2025. Realisasi anggaran pada 2025 mencapai Rp1,531 triliun atau 98,62 persen dari pagu tanpa blokir.
"Realisasi anggaran ini melampaui target sebesar 97 persen yang sejalan dengan capaian Nilai Kinerja Anggaran Kementerian Perdagangan sebesar 92,31. Serta capaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Tahun 2025 sebesar 96,88 dengan predikat 'Sangat Baik'," ucap Budi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....