KAI Telah Menanam 99.785 Pohon demi Keberlanjutan Bumi
- 14 Jul 2026 02:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia menanam 99.785 pohon secara kumulatif untuk menjaga kelestarian lingkungan.
- Perusahaan mengoperasikan 113 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya guna mendukung transisi energi bersih.
- Digitalisasi pelayanan berhasil mengurangi konsumsi kertas hingga menghemat anggaran ratusan juta rupiah.
RRI.CO.ID, Yogyakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menanam 99.785 pohon dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. Jumlah kumulatif tersebut berhasil dicapai setelah adanya penanaman pohon produktif di Balai Yasa Yogyakarta.
Sebanyak 4.540 pohon di antaranya berhasil ditanam oleh pihak perusahaan sepanjang tahun 2026 ini. Program aksi pelestarian alam tersebut bertujuan untuk menciptakan keseimbangan ekologi yang berkelanjutan bagi bumi kita.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin kemudian memberikan penjelasan mengenai pentingnya penerapan prinsip keberlanjutan tersebut. Pada hari Senin, 13 Juli 2026, KAI menanam 25 pohon di kawasan Pengok Yogyakarta.
“Transformasi KAI diarahkan pada keseimbangan 3P, yaitu profit, people, dan planet. Perusahaan harus mampu menjaga kinerja, memberikan manfaat bagi masyarakat, dan berperan aktif dalam merawat bumi. Prinsip tersebut menjadi bagian dari cara KAI menjalankan bisnis secara berkelanjutan,” kata Bobby.
Tanaman produktif tersebut memiliki tinggi berkisar antara 2,5 meter hingga tiga meter saat diletakkan. Jenisnya terdiri atas sepuluh pohon mangga, dua mundu, lima duku, lima nangka, dan tiga sawo beludru.
Bobby kemudian menambahkan bahwa keterlibatan aktif pimpinan unit kerja sangat krusial dalam program pelestarian ini. Kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Kereta Api (Porsenika) 2026 diikuti oleh 1.632 peserta dari 17 kontingen.
“Penanaman pohon dalam rangkaian Porsenika memadukan semangat kompetisi yang sehat dengan kepedulian terhadap lingkungan. Keterlibatan para pimpinan unit kerja dan kontingen diharapkan memperkuat kebiasaan baik yang dapat diterapkan kembali di lingkungan kerja masing-masing,” ujar Bobby.
Ia juga menerangkan langkah strategis perusahaan dalam melakukan transisi energi guna mendukung kelestarian bumi. KAI saat ini mengoperasikan 113 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada 92 lokasi yang berbeda.
“Pemanfaatan PLTS dan implementasi B50 menjadi bagian dari transisi energi KAI. Setiap penerapannya dilakukan secara terukur dengan tetap menempatkan keselamatan, kesiapan sarana, dan keandalan pelayanan sebagai prioritas,” kata Bobby.
VP Corporate Communication KAI Anne Purba kemudian menjabarkan rincian program keberlanjutan lingkungan hidup yang dikelola. Teknologi Face Recognition Boarding Gate telah melayani 5.555.034 pelanggan kereta api jarak jauh sepanjang Semester I 2026.
“Program keberlanjutan KAI mencakup pengelolaan energi, penggunaan kertas, air, dan limbah. Penerapannya diarahkan untuk mendukung keandalan operasi, kualitas pelayanan, pengendalian biaya, serta manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan,” kata VP Corporate Communication KAI Anne Purba
Penerapan digitalisasi boarding tersebut berhasil memotong konsumsi sebanyak 13.888 rol kertas senilai Rp203,80 juta. KAI juga menyediakan 124 unit fasilitas air minum gratis yang tersebar luas pada 58 stasiun.
Selain itu, perusahaan mulai menggunakan bahan bakar alternatif biodiesel B50 sejak tanggal 1 Juli 2026. Para pekerja juga mengumpulkan seragam bekas untuk diolah kembali menjadi produk baru yang bernilai guna.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....