KAI Catat 5,55 Juta Pengguna Face Recognition Semester I 2026
- 14 Jul 2026 00:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia mencatat jutaan pelanggan menggunakan fasilitas pemindaian wajah selama Semester I 2026.
- Penerapan sistem digitalisasi tiket tersebut menghemat anggaran operasional cetak tiket dan meminimalkan penggunaan kertas.
- Stasiun Gambir menempati posisi teratas sebagai wilayah dengan penggunaan fasilitas pemindaian wajah paling tinggi.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat 5.555.034 pelanggan menggunakan pemindaian wajah selama Semester I 2026. Angka tersebut mengalami kenaikan sebanyak 53.978 orang jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Layanan digital ini berhasil menghemat biaya operasional cetak tiket hingga mencapai Rp203.800.310 bagi perusahaan pelat merah. Penghematan anggaran tersebut setara dengan pengurangan penggunaan kertas sebanyak 13.888 rol untuk mencetak bukti keberangkatan.
Secara ekologis pemangkasan rol kertas tersebut setara dengan penyelamatan sekitar 75 batang pohon dari penebangan hutan. Panjang seluruh gulungan kertas yang dihemat tersebut jika direntangkan diperkirakan dapat mencapai hampir 1.000 kilometer.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan keunggulan sistem pemindaian wajah kepada publik secara luas. Fasilitas pemindaian wajah ini tercatat telah melayani sebanyak 26.964.584 pelanggan sejak pertama kali diluncurkan dahulu.
“Face recognition membuat proses boarding lebih praktis karena pelanggan cukup melakukan pemindaian wajah. Ketika digunakan oleh jutaan pelanggan, pengurangan satu lembar cetakan dalam setiap perjalanan dapat terakumulasi menjadi penghematan kertas dan biaya yang cukup besar,” kata Anne.
KAI melaporkan pencapaian penghematan kertas tersebut melalui keterangan tertulis pada hari Senin, 13 Juli 2026. Akumulasi penghematan anggaran sejak awal penggunaan sistem digitalisasi tersebut dilaporkan berhasil menekan pengeluaran sebesar Rp989.263.176.
Kebijakan ramah lingkungan tersebut juga diklaim berhasil mengurangi kebutuhan kertas cetak sebanyak 67.411 rol gulungan. Secara ekologis jumlah kumulatif tersebut diperkirakan setara dengan penyelamatan sekitar 363 pohon di seluruh hutan.
Anne menambahkan bahwa kontribusi aktif pelanggan sangat penting dalam menjaga keberlanjutan program efisiensi lingkungan tersebut. Stasiun Gambir di Kota Jakarta mencatat jumlah pengguna fasilitas pemindaian wajah tertinggi mencapai 927.658 orang.
“Setiap pelanggan yang memilih boarding secara digital turut berkontribusi pada pengurangan konsumsi material. Efisiensi ini juga membantu menciptakan alur pelayanan yang lebih cepat, terutama di stasiun dengan volume keberangkatan pelanggan yang tinggi,” ujar Anne.
Stasiun Yogyakarta menempati urutan kedua dengan total pengguna layanan pemindaian wajah sebanyak 648.737 orang pelanggan. Selanjutnya Stasiun Pasarsenen mencatatkan jumlah pemakaian alat tersebut sebanyak 490.450 pelanggan pada periode yang sama.
Secara keseluruhan sepuluh stasiun utama tersebut mencatat total kontribusi penggunaan sebesar 74,16 persen secara nasional. Fasilitas pemindaian wajah modern tersebut saat ini dilaporkan telah aktif beroperasi di 22 stasiun kereta.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya mengapresiasi tingginya minat masyarakat menggunakan inovasi teknologi. Layanan digital ini diharapkan terus meningkatkan efisiensi operasional dan kenyamanan perjalanan seluruh pelanggan kereta api.
“Jutaan pemindaian wajah menghasilkan dua manfaat sekaligus, yaitu pengalaman boarding yang lebih praktis bagi pelanggan dan pengurangan konsumsi kertas secara berkelanjutan. Inilah nilai strategis digitalisasi ketika manfaatnya dapat dirasakan dalam setiap perjalanan,” kata KAI Wisnu Pramudya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....