KAI Siapkan Peron Stasiun Bogor Guna Urai Kepadatan Penumpang

  • 13 Jul 2026 00:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia menyiapkan peron jalur enam, tujuh, dan delapan Stasiun Bogor untuk mengurai kepadatan pengguna Commuter Line.
  • KAI mendatangkan sebanyak 27 rangkaian Kereta Rel Listrik baru dari CRRC dan INKA untuk meningkatkan kenyamanan para penumpang.
  • Manajemen KAI melakukan uji coba operasional secara ketat guna memastikan aspek keselamatan sebelum mengoperasikan fasilitas peron baru.

RRI.CO.ID, Bogor - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan peron jalur enam, tujuh, dan delapan Stasiun Bogor guna mengurai kepadatan. Langkah ini diambil karena jumlah pengguna lintas tersebut mencapai rata-rata 431.368 orang setiap hari.

Prasarana tersebut nantinya dapat melayani rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) dengan formasi 12 kereta. KAI mencatatkan rata-rata aktivitas harian di Stasiun Bogor mencapai 101.942 pergerakan pelanggan selama enam bulan.

Stasiun ini mencatat sebanyak 18.451.462 pergerakan pelanggan selama periode Januari hingga Juni tahun ini. Akumulasi pergerakan komuter tersebut terdiri atas 9.371.057 gate in serta 9.080.405 gate out pelanggan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas lintas Bogor menjadi kebutuhan penting. Lintas tersebut tercatat telah melayani sebanyak 78.077.679 pelanggan selama 181 hari sepanjang semester pertama.

“Ratusan ribu pelanggan mengandalkan Bogor Line setiap hari untuk bekerja, belajar, dan menjalankan berbagai aktivitas. Karena itu, pengembangan layanan disiapkan dengan melihat kebutuhan pelanggan sejak memasuki stasiun, menunggu di peron, naik ke dalam KRL, hingga tiba di tujuan,” ujar Anne.

Ia memaparkan bahwa kesiapan operasional peron baru tersebut telah melewati serangkaian pengujian teknis yang ketat. Kegiatan tersebut diawali uji beban lokomotif tanggal 29 Juni 2026 lalu uji operasional KRL tanggal 1 Juli.

“Uji bersama memastikan sarana, prasarana, dan pola operasi memiliki kesiapan yang selaras. Pemeriksaan dilakukan secara cermat karena keselamatan pelanggan dan keandalan perjalanan menjadi acuan utama sebelum fasilitas digunakan,” kata Anne.

Dari total pengadaan tersebut, sebanyak 18 rangkaian baru atau 216 kereta kini sudah resmi beroperasi. Sementara itu, sembilan rangkaian produksi PT Industri Kereta Api (INKA) lainnya masih melanjutkan persiapan.

Dua rangkaian buatan CRRC telah memperkuat pelayanan transportasi publik tersebut sejak bulan Juni 2025. Selanjutnya, dua rangkaian produksi INKA menyusul beroperasi secara reguler pada lintas tersebut sejak Desember 2025.

Anne kembali menerangkan bahwa penempatan seluruh rangkaian baru tersebut disesuaikan dengan kebutuhan operasi harian. Proyek fisik ini meliputi perpanjangan jalur, pekerjaan struktur, penataan listrik aliran atas, hingga pembangunan kanopi.

“Fokus penguatan Bogor Line adalah pengalaman harian pelanggan. Kapasitas yang lebih memadai, penyebaran pelanggan di peron, alur naik dan turun yang lebih lancar, serta sarana yang andal diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan pada waktu-waktu dengan kebutuhan perjalanan tinggi,” ujar Anne.

Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya turut memberikan penjelasan terkait langkah tersebut. Pihak manajemen secara resmi mengeluarkan rilis informasi mengenai penataan stasiun pada hari Minggu, 12 Juli 2026.

“Dengan rata-rata lebih dari 431 ribu pelanggan per hari di Bogor Line, setiap peningkatan kapasitas harus memberi manfaat yang jelas bagi pelanggan. KAI bersama KAI Commuter terus menyelaraskan kesiapan peron SF12, sarana baru, dan operasi agar perjalanan semakin nyaman, aman, and tertata,” kata Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....